Kamis 22-10-2026,20:15 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

minum teh -ilustrasi-Magnific
RADARTVNEWS.COM – Kebiasaan minum teh tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup, tetapi juga berpotensi berhubungan dengan kesehatan jantung. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Internal Medicine menemukan bahwa konsumsi teh secara rutin berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, terutama jika diminum pada suhu yang tidak terlalu panas.
Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 485.000 orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di Tiongkok. Selama masa pemantauan rata-rata sekitar sembilan tahun, peneliti mencatat lebih dari 14.800 kasus penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.
Hasil studi menunjukkan bahwa peserta yang minum teh setidaknya tiga hari dalam seminggu memiliki risiko penyakit vaskular sekitar 11 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Suhu Teh dan Jenis Seduhan Jadi Perhatian
Selain frekuensi konsumsi, suhu teh juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam penelitian tersebut. Peserta yang terbiasa meminum teh dalam kondisi sangat panas memiliki risiko penyakit vaskular sekitar 16 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok pembanding yang tidak rutin minum teh. Sebaliknya, konsumsi teh pada suhu hangat atau suhu ruang dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.
Meski demikian, pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, mengingatkan adanya keterbatasan penelitian. Suhu teh dalam studi tersebut didasarkan pada laporan peserta, bukan pengukuran objektif, sehingga penilaian tentang suhu yang dianggap sangat panas dapat berbeda pada setiap orang.
Penelitian itu juga menemukan bahwa teh dengan kepekatan sedang berkaitan dengan risiko yang lebih rendah. Sementara itu, teh hitam menunjukkan hubungan dengan penurunan risiko pada lebih banyak jenis penyakit kardiovaskular dibandingkan teh hijau.
Namun, Wen menjelaskan bahwa teh hitam dan teh hijau berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, tetapi melalui proses pengolahan berbeda. Keduanya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, sehingga seseorang tidak harus mengganti jenis teh yang biasa dikonsumsi.
Polifenol Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung
Menurut Wen, manfaat teh bagi kesehatan jantung berkaitan dengan kandungan polifenol, termasuk flavonoid, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Senyawa tersebut dapat membantu melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah serta mendukung kemampuan arteri untuk mengembang dan menyempit. Kondisi ini berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung.
Selain itu, mengganti minuman manis berkalori tinggi dengan teh tanpa pemanis dapat membantu pengelolaan berat badan dan kesehatan metabolik, yang turut berperan dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Konsumsi Teh Tetap Perlu Memperhatikan Kafein
Studi tersebut menemukan risiko penyakit vaskular terendah pada peserta yang mengonsumsi sekitar enam hingga delapan cangkir teh per hari. Meski begitu, angka tersebut tidak dapat langsung dijadikan rekomendasi konsumsi harian bagi semua orang karena penelitian tidak menetapkan jumlah tersebut sebagai asupan optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
mediaindonesia.com












