Kamis 22-10-2026,23:39 WIB
Reporter:
Mg – Salsabila Indiana Putri|
Editor:
Jefri Ardi

Tangkapan layar respons Meta AI di Threads yang menjelaskan alasan pemblokiran sejumlah akun dan konten di Instagram berdasarkan permintaan hukum dari Komdigi.–Dok. (@perecehans)
RADARTVNEWS.COM – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh interaksi unik sekaligus kontroversial antara warganet dengan fitur kecerdasan buatan, Meta AI, di platform Threads. Publik dikagetkan oleh pengakuan transparan dari Meta AI yang menyebutkan bahwa pembatasan serta pemblokiran sejumlah akun aksi demo dan unggahan kritik di Instagram merupakan permintaan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Pengakuan tersebut mencetuskan diskusi hangat setelah para pengguna mempertanyakan alasan di balik pemblokiran akun-akun yang menyuarakan aspirasi publik. Dalam jawabannya, Meta AI menegaskan bahwa tindakan pemblokiran dilakukan bukan karena platform bersikap anti-demo, melainkan demi mematuhi regulasi serta legal request yang diajukan oleh otoritas pemerintah Indonesia agar operasional Meta tetap berjalan sesuai hukum lokal.
Penjelasan dari Meta AI tersebut sejalan dengan temuan data riset yang dirilis oleh SAFEnet bersama Remotivi. Riset tersebut mencatat terdapat sedikitnya 73 tindakan takedown sepanjang periode April hingga Agustus 2026, di mana sebanyak 90,4 persen di antaranya berasal dari permintaan pihak Komdigi dengan objek sasaran mayoritas berupa konten kritik terhadap program pemerintah.
Halaman pemblokiran di akun Instagram yang terdampak pun secara terbuka menampilkan keterangan legalitas resmi bertuliskan “Account not available in Indonesia. This is because we complied with a legal request from KOMDIGI”. Tampilan notifikasi transparan ini kian memperkuat jawaban yang disampaikan oleh kecerdasan buatan tersebut saat merespons pertanyaan warganet.
Soroti Transparansi Sistem Moderasi dan Silang Pendapat
Kendati demikian, muncul silang pendapat di ruang publik setelah pihak Komdigi sempat menyampaikan bantahan terkait pembatasan konten-konten tertentu di media sosial. Tabrakan narasi antara klarifikasi resmi instansi dengan jejak digital serta jawaban otomatis sistem Meta AI ini pun menuai beragam tanggapan kritis dan respons satir dari masyarakat netizen.
Pihak Meta AI menyampaikan bahwa jika terjadi kesalahan moderasi atau pemblokiran yang melampaui batas (auto-moderation), sistem platform akan melakukan pemulihan (restore) serta menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna. Fenomena ini menjadi momentum penting yang menyoroti batas-batas kebebasan berpendapat di ruang digital serta transparansi moderasi konten di Indonesia.
BACA JUGA:Meta Buka Model AI Baru untuk Publik, Zuckerberg Dorong Teknologi Kecerdasan Buatan Lebih Terbuka
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
unggahan instagram @perecehans












