Sabtu 24-10-2026,20:31 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Tangkapan Layar Unggahan Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah-kemendikdasmen, edit by Chat GPT-Instagram
JAYAPURA, RADARTVNEWS.COM — Atap bocor, plafon rusak, hingga keramik pecah pernah menjadi persoalan di SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Papua. Kini, kondisi ruang belajar sekolah tersebut lebih baik setelah mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026 senilai sekitar Rp1,1 miliar.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan sarana pendidikan agar murid dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman.
Berdasarkan publikasi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), revitalisasi sekolah tersebut berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 dan telah selesai 100 persen.
Pekerjaan mencakup perbaikan plafon dan penggantian keramik. Melalui optimalisasi anggaran, jumlah ruang kelas yang diperbaiki bertambah dari rencana awal satu ruang menjadi empat ruang kelas. Perbaikan juga mencakup ruang administrasi atau guru, ruang kepala sekolah, serta laboratorium IPA.
BACA JUGA:DKPP Terima Dua Aduan Dugaan Pelanggaran Etik KPU dan Bawaslu Terkait Syarat Pendidikan Gibran
Siswa kelas IX, Roby Aikarem May, mengungkapkan bahwa sebelum perbaikan, kondisi bangunan dan sejumlah fasilitas sekolah sudah tidak memadai. Atap seng yang bocor membuat air hujan masuk ke ruang kelas, sementara beberapa meja dan kursi juga tidak layak digunakan.
Setelah revitalisasi, ia merasakan perubahan pada lingkungan belajar di sekolahnya.
“Sekarang sekolah kami menjadi lebih bagus dan tidak rusak seperti dahulu. Kami bisa belajar dengan lebih nyaman, lebih bersemangat, dan betah di sekolah,” ujar Roby dalam keterangan yang dipublikasikan Kemendikdasmen.
Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya N. Rumanasen, mengatakan perubahan kondisi bangunan turut mendapat respons positif dari masyarakat dan jemaat gereja. Ia berharap fasilitas yang lebih tertata dapat meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.
Hasil revitalisasi itu juga ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada 19 Oktober 2026. Pemerintah berharap perbaikan sarana pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan sekolah, tetapi juga mendorong semangat belajar dan kepercayaan diri murid.
Meski fasilitas yang lebih layak menjadi modal penting dalam proses pendidikan, pemeliharaan bangunan dan penggunaan sarana secara bertanggung jawab tetap diperlukan agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Aduan Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran Masuk Bareskrim
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
kementerian pendidikan dasar dan menengah












