Rabu 28-10-2026,15:43 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Aliansi Lampung Melawan Ancam Gelar Aksi Lanjutan Usai Bentrokan di DPRD-ilustrasi-(Magnific)
RADARTVNEWS.COM – Aliansi Lampung Melawan mengancam akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar pada Rabu (28/10/2026). Ancaman tersebut disampaikan setelah demonstrasi di kantor DPRD Provinsi Lampung, Bandar Lampung, pada Selasa (27/10/2026) berlangsung tegang dan diwarnai beberapa kali aksi saling dorong antara peserta aksi dan aparat kepolisian.
Berdasarkan pantauan Lampung Geh News, massa mulai menggelar demonstrasi sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah berjam-jam menyampaikan orasi dan berupaya membacakan pernyataan sikap di tangga masuk kantor DPRD, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 17.58 WIB, menjelang azan Magrib.
Aksi Diwarnai Ketegangan
Ketegangan terjadi ketika massa berupaya menduduki kantor DPRD Provinsi Lampung. Namun, upaya tersebut terhalang oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Massa kemudian melanjutkan orasi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Saat hendak menutup aksi dengan membacakan pernyataan sikap di tangga masuk gedung DPRD, peserta kembali terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.
Situasi tersebut berlanjut dengan diskusi antara jenderal lapangan aksi, Kamal, dan para koordinator lapangan dari organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan. Diskusi dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya setelah rangkaian ketegangan selama demonstrasi.
Sekitar pukul 17.50 WIB, para pimpinan organisasi akhirnya menyampaikan pernyataan sikap bersama yang dipimpin oleh Kamal.
Massa Kecam Dugaan Tindakan Represif
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Lampung Melawan mengecam tindakan aparat kepolisian yang mereka nilai represif selama demonstrasi berlangsung. Massa juga menyebut sejumlah peserta aksi menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Pemerintah tidak ada sedikit pun iktikad baik untuk menyambut kami beserta poin tuntutan. Hari ini, bahkan kami terkena sikap represi dari aparat kepolisian dengan beberapa korban yang tergabung dalam aliansi,” ujar Kamal.
Aliansi Lampung Melawan menuntut agar segala bentuk tindakan represif terhadap peserta demonstrasi dihentikan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas situasi yang terjadi selama aksi di kantor DPRD Provinsi Lampung.
Hingga massa membubarkan diri, aksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam itu diwarnai ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan.
Aliansi Lampung Melawan pun mengancam akan kembali turun ke jalan pada Rabu (28/10/2026) dengan jumlah peserta yang lebih besar. Rencana aksi lanjutan tersebut muncul setelah demonstrasi sehari sebelumnya berakhir dengan pernyataan kecaman terhadap tindakan aparat dan tuntutan penghentian kekerasan terhadap peserta aksi.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
lampung geh news (lampunggehnews)












