Kamis 29-10-2026,20:42 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira |
Editor:
Jefri Ardi

Kirab budaya dalam Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026 di Kabupaten Dairi menampilkan keberagaman tradisi dan potensi daerah.–Google Image: Sumut pos – Jawa pos
RADARTVNEWS.COM – Kekayaan budaya daerah tidak hanya tercermin melalui tarian dan pakaian adat, tetapi juga lewat tradisi yang menggambarkan kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026 di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Pesta budaya tersebut resmi dibuka pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus menunjukkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Sebelum pembukaan, kirab budaya digelar dengan melibatkan 66 kontingen. Peserta berasal dari 15 kecamatan, organisasi perangkat daerah, hingga organisasi masyarakat yang membawa ciri khas masing-masing.
Salah satu unsur yang menarik perhatian dalam perhelatan tersebut adalah luah, yakni persembahan khas daerah yang dibawa oleh kontingen. Kehadirannya memperlihatkan keterkaitan antara tradisi, hasil pertanian, dan kehidupan masyarakat setempat.
Pesta Budaya Njuah-Njuah tahun ini berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Oktober 2026. Selain menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, kegiatan tersebut turut mengangkat produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian masyarakat.
Mengangkat Semangat Persatuan
Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026 mengusung tema berbahasa Pakpak, “Sada Kata Dalam Mahangga”, yang bermakna bersatu menuju Dairi yang lebih tangguh.
Tema tersebut menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga identitas daerah.
Melalui keterlibatan berbagai kontingen, masyarakat dapat mengenal keragaman tradisi sekaligus memperkuat hubungan antarkelompok.
Kegiatan budaya juga memiliki peran dalam memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Tradisi yang ditampilkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi dapat menjadi sarana untuk mengenal sejarah, kebiasaan, dan karakter masyarakat di daerah tersebut.
Budaya dan Ekonomi Lokal
Penyelenggaraan pesta budaya yang turut menampilkan produk UMKM dan hasil pertanian memperlihatkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi lokal.
Produk masyarakat yang diperkenalkan dalam kegiatan semacam ini berpotensi menjangkau pengunjung yang lebih luas. Dengan begitu, festival budaya tidak hanya memberikan ruang bagi seniman dan pelaku tradisi, tetapi juga bagi masyarakat yang mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.
Pesta Budaya Njuah-Njuah menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dapat terus diperkenalkan melalui kegiatan bersama. Keberlanjutannya membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, agar tradisi tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












