Selasa 03-11-2026,22:02 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

—
RADARTVNEWS.COM — Penurunan muka tanah atau land subsidence masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi Jakarta. Meski menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, ancaman tenggelamnya sebagian wilayah Ibu Kota belum sepenuhnya dapat diabaikan.
Berdasarkan hasil riset Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi pada 2018 hingga 2025, sejumlah wilayah Jakarta mulai menunjukkan perlambatan laju penurunan tanah.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyebut perubahan tersebut berkaitan dengan meningkatnya penggunaan air bersih melalui jaringan perpipaan. Berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dinilai turut membantu menekan laju penurunan permukaan tanah.
Hingga September 2026, PAM Jaya mencatat cakupan pelayanan air perpipaan telah mencapai 83,27 persen dengan jumlah penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa. Pemerintah menargetkan seluruh penduduk Jakarta dapat memperoleh layanan air perpipaan pada 2029.
Meski demikian, kondisi tersebut belum berarti seluruh wilayah Jakarta terbebas dari ancaman penurunan tanah.
Berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, pemantauan pada 2023 menunjukkan rata-rata penurunan tanah di Jakarta mencapai sekitar 4 sentimeter per tahun. Kawasan Muara Baru bahkan mencatat angka hingga 10 sentimeter per tahun.
Wilayah pesisir utara masih menjadi kawasan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penurunan permukaan tanah dapat memperbesar risiko banjir rob karena posisi daratan semakin rendah dibandingkan permukaan air laut.
Fenomena ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pengambilan air tanah secara berlebihan, pemadatan alami lapisan tanah, hingga tingginya aktivitas pembangunan dan beban infrastruktur perkotaan.
Kondisi tersebut membuat Jakarta menghadapi ancaman lingkungan yang saling berkaitan. Selain penurunan tanah, kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim turut meningkatkan kerentanan kawasan pesisir terhadap banjir.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah terus mengupayakan pengendalian penggunaan air tanah, memperluas jaringan air bersih perpipaan, serta memperkuat infrastruktur perlindungan pantai melalui pembangunan tanggul laut.
Dengan demikian, perlambatan penurunan muka tanah menjadi perkembangan positif bagi Jakarta. Namun, upaya penanganan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar risiko banjir rob dan dampak penurunan tanah tidak semakin meluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
dinas sumber daya air dki jakarta.










