Kamis 05-11-2026,11:25 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

—
RADARTVNEWS.COM — Pemandangan kunang-kunang yang beterbangan dengan cahaya kecil di tengah gelapnya malam mungkin menjadi salah satu kenangan masa kecil bagi sebagian masyarakat. Dahulu, serangga ini cukup mudah ditemukan di sekitar persawahan, kebun, hingga kawasan yang masih dipenuhi pepohonan.
Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan kunang-kunang semakin sulit dijumpai. Kondisi ini bukan sekadar perubahan pemandangan malam, tetapi juga berkaitan dengan berbagai persoalan lingkungan yang memengaruhi habitat dan kelangsungan hidupnya.
Mengenal Kunang-Kunang dan Kemampuan Menghasilkan Cahaya
Kunang-kunang merupakan serangga dari famili Lampyridae yang memiliki kemampuan menghasilkan cahaya alami melalui proses biologis bernama bioluminesensi.
Cahaya tersebut berasal dari reaksi kimia di dalam tubuhnya dan berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama untuk menarik pasangan dalam proses perkembangbiakan.
Serangga ini umumnya hidup di lingkungan lembap, seperti persawahan, rawa, hutan, dan tepian sungai yang masih memiliki kondisi alam terjaga.
Penyebab Kunang-Kunang Semakin Jarang Ditemukan
Salah satu faktor yang memengaruhi keberadaan kunang-kunang adalah berkurangnya habitat alami. Perubahan lahan hijau menjadi permukiman, kawasan industri, dan pembangunan infrastruktur membuat ruang hidupnya semakin terbatas.
Selain itu, polusi cahaya dari lampu jalan, kendaraan, dan bangunan juga dapat mengganggu komunikasi antarkunang-kunang. Cahaya buatan yang terlalu terang membuat sinyal alami yang mereka hasilkan menjadi lebih sulit dikenali.
Penggunaan pestisida dalam aktivitas pertanian turut menjadi ancaman karena bahan kimia tertentu dapat membahayakan kunang-kunang dan mengurangi ketersediaan sumber makanannya.
Perubahan iklim juga memberikan pengaruh terhadap habitat serangga ini. Peningkatan suhu dan perubahan pola hujan dapat mengganggu kelembapan lingkungan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Memiliki Peran Penting bagi Ekosistem
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
kompas.com












