Scroll untuk membaca artikel
MetroPendidikan

PPDB Pakai Domisili Jadi Polemik

3
×

PPDB Pakai Domisili Jadi Polemik

Share this article
Kelurahan Yosodadi menerima 20 pemohon surat keterangan domisili dalam satu hari

Radartvnews.com- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi dengan melampirkan domisili dipersoalkan oleh calon siswa dan orang tua. Di Metro, dugaan manipulasi pembuatan surat keterangan domisili sebagai persyaratan PPDB tahun ajarah baru 2020-2021 / menuai protes.

Di kelurahan yosodadi mislanya, terjadi lonjakan permintaan surat keterangan domisili hingga tiga kali lipat. Lonjakan permintaan surat domisili terjadi sejak dibukanya PPDB tahun ajaran 2020-2021.

Lurah Yosodadi Fitri Minarmi, menampik dugaan manipulasi pembuatan surat keterangan domisili. Penerbitan surat keterangan domisili telah sesuai aturan yang berlaku.

Saat ini setiap hari tercatat sedikitnya 20 pemohon meminta surat domisili, di hari biasa pemohon hanya berjumlah 5 orang. Kelurahan menolak untuk melakukan kroscek lapangan terkait pembuatan surat keterangan domisili dilengkapi surat pertanggungjawaban bermaterai ,ditandatangi orangtua siswa.

“Kami mengeluarkan domisili sesuai pertanggungjawaban warga, berdasarkan itu kami mengeluarkan surat domisili jadi tidak ada rekasaya, kita tidak ada tim kroscek karena SDM terbatas,” jelas Fitri Minarmi

Sementara pihak SMA Negeri 1 Metro melalui Wakil Ketua PPDB SMAN 1 Metro Arman Sihaloho mengklaim PPDB jalur zonasi telah sesuai peraturan. Masyarakat Kota Metro yang merasa dirugikan dapat melaporkan melalui form aduan yang telah disipakan pihak sekolah.

“Kami tidak berhak mencurigai ini palsu kami hanya mengikuti data yang masuk ke kami, tetapi bagi warga merasa dirugikan silahkan mengajukan ke pihak yang berwajib,” kata Arman Sihaloho.(yok/san)