Thursday, February 25, 2021

Pengrajin Tempe di Way Kanan Butuh Bantuan

Most Read

Perbaikan Jembatan Way Rarem, Arus Kendaraan di Jalinsum Dialihkan

Radartvnews.com- Jembatan way rarem didesa aji kagungan, kecamatan abung kunang, Lampung Utara yang rusak dalam proses perbaikan oleh Balai Besar...

Tunjangan PNS Naik: Eselon IV Rp 7,5 Juta, Sekda Rp 75 Juta

Padartvnews.com- Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada tahun 2021. Ini...

Dilantik Jum’at Minus Pesisir Barat, Selamat Bertugas 7 Kada Pemenang

Radartvnews.com- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan melantik tujuh pasangan kepala daerah terpilih Jum'at 26 Febuari 2021. Pelantikan dilakukan secara...

PLN Layak Dikomplain, Main Putus, Tembak Tagihan dan Tanpa Pemberitahuan

Radartvnews.com- Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lampung Utara terus menuai persoalan. Belum usai persoalan terkait pajak penerangan jalan (PPJ) yang...

Ungkap Kasus, Makam Balita di Lampung Timur Dibongkar

Radartvnews.com- Untuk pentingan penyidikan dan mengetahui penyebab kematian H-S (5) jajaran Kepolisian Lampung Timur dibantu petugas forensik Polda Lampung...

Hanya Tiga Perusahaan Karoseri Berizin

Sementara perusahaan karoseri yang belum memiliki SKRB dihimbau untuk segera mengurus, sebab jika perusahaan karoseri tak memiliki SKRB maka...

Radartvnews.com- Pandemi Covid-19 berdampak pada bebabagai sektor  salah satunya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang dialami Matori salah satu pembuat tempe.

Matori membuka usaha pembuat tempe kedelai di kampung setia negara Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan sejak 35 tahun silam.

Meskipun ditengah wabah pandemi virus corona  usahanya tetap berjalan meski mengalami hambatan, dimana bahan baku kedelai melambung tinggi, tak hanya itu omset kakek matori juga mengalami penururunan.

Matori menjelaskan dari modal Rp220.000 perharinya dirinya hanya mendapat keuntungan sekitar Rp70.000 situasi pandemi tak menyurutkanya untuk terus produktif. ”Dapet Tujuh puluh ribu, sekarang ini harga kedelai naik jadi ya produksi dikurangin,” jelasnya.

Tak hanya itu, Matori juga luput dari bantuna yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui Kemetrian Koperasi dan UKM. Matori pernah mendaftar namun sampai saat ini tak kunjung mendapat bantuan untuk mempertahankan usahanya.”Gak ada bantuan, dulu udah pernah daftar tapi sampe sekrang gak dapat,” tukasnya.(ded/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

berita terkait lainnya