Scroll untuk membaca artikel
EkonomiTravelling

Pedagang Durian Merajai Metropolis

26
×

Pedagang Durian Merajai Metropolis

Share this article

BANDAR LAMPUNG –  Musim durian tiba. Pedagang pun bermunculan disejumlah ruas jalan di Bandarlampung. Salahsatunya di Jalan Sultan Agung hingga Jalan Ratu Dibalau.

Fenomena ini juga ditemui dikompleks-komplek perumahan. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka berteriak menjajakan durian.

Imron (49), pedagang durian di Jalan Ratu Dibalau saat ditemui radartvnews.com mengatakan durian yang dijualnya produk lokal dari Kabupaten Pesawaran.

Masih menurut Imron, disaat pedagang lain menjual dengan harga mahal, dia memilih tidak. Dilapaknya, durian hanya dipatok Rp 25.000- 100.000 tergantung besar kecil buah. Bahkan, bahkan ada yang harga Rp.10.000.

’’Masyarakat ketika mendengar buah durian itu pasti berpikiran buah yang mahal. Dari sini saya lihat peluang, jadi saya pilih jualan durian harga Rp.10.000. Tujuannya agar laris manis, tetapi durian yang saya jual ini tetap dengan kualitas bagus,’’ ujarnya berpromosi.

Dengan harga yang murah, sambung Imron, diharapkan masyarakat bisa lebih menjangkau untuk membeli.  ’’Dalam sehari saya bisa menjual 200 buah. Omzet yang masuk bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta’’ tutupnya.

Sedangkan Andi Saputra (24), pedagang durian di Jalan Sultan Agung mengaku selain buah durian, ia juga menjual produk dari olahan durian itu seperti dodol durian, sop durian, durian kocok, dan tempoyak. ’’Saat ini kan sedang ramai musim durian lokal yang harganya lebih terjangkau, karena saya kebanyakan menjual durian Medan,’’ katanya.

Andi lebih fokus ke durian asal Medan. Dia menjualnya Rp. 75.000 per kilogram & Montong  Rp.115.000 per kilogram. ’’Siasat saya, dengan menjual olahan dari buah durian bisa menarik minat pembeli yang ingin merasakan sensasi lain,’’ ujarnya.

Yuliana (35) salah seorang warga Jalan Sultan Agung mengaku, aroma sedap dari durian ini sulit diabaikan bila melintas di kawasan ini.’’Suami kebetulan orang asli Lampung jadi saya suka beli tempoyak nya. Tapi untuk duriannya saya beli yang lokal, harganya murah meriah,’’ ucapnya. (Cr3/rie)