Scroll untuk membaca artikel
Ekonomi

Lampung Deflasi 0,38 Persen Dipicu Minyak Goreng, Telur dan Cabai

3
×

Lampung Deflasi 0,38 Persen Dipicu Minyak Goreng, Telur dan Cabai

Share this article
Februari 2022 Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,40 persen sedangkan Kota Metro deflasi sebesar 0,20.

BANDARLAMPUNG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menjelaskan, selama Februari 2022 Indeks Harga konsumen Lampung mengalami penurunan indeks dari 109,13 pada Januari 2022 menjadi 108,71 pada Februari 2022. Dengan demikian terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung Riduan, menjelaskan berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender, Februari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, selanjutnya inflasi tahun ke tahun Februari 2022 terhadap Februari 2021 adalah sebesar 1,29 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu kelompok makanan/minuman dan tembakau 1,34 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.  Lalu kelompok transportasi dan kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,05 persen.

Sebaliknya empat kelompok lainnya yang mengalami kenaikan indeks (inflasi) adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,52 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,16 persen, kelompok kesehatan 0,11 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen.

Sementara, tiga kelompok lainnya yaitu  kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

“Jika dirinci harga telur, cabai hingga minyak goreng menjadi penyebab utama terjadinya deflasi di provinsi lampung,” jelas Riduan.

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Februari 2022 Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,40 persen sedangkan Kota Metro deflasi sebesar 0,20.(sah/san)