Scroll untuk membaca artikel
Lampung Tengah

Puan Maharani Lepas Ekspor Nanas Kaleng PT GGF

35
×

Puan Maharani Lepas Ekspor Nanas Kaleng PT GGF

Share this article
Pelepasan ekspor Nanas Kaleng PT. Great Giant Food (GGF) Umasjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah ditandai dengan pemecahan kendi di depan kontainer bermuatan nanas kaleng.

LAMPUNG TENGAH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Rabu 24 Agustus 2022.

Kunjungan Cucu Presiden pertama RI, Soekarno tersebut dalam rangka melepas ekspor Nanas Kaleng PT. Great Giant Food (GGF) Umasjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah yang di tandai dengan pemecahan kendi di depan kontainer bermuatan nanas kaleng.

Kedatangan Puan bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Sudin, disambut Direktur Produksi GGF, Wayan Ardhana, dan Direktur Corporate Affairs GGF, Welly Soegiono beserta jajarannya.

Selain itu, hadir juga Anggota Komisi VIII I Komang Koheri, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumai, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, Ketua DPRD Lamteng, Sumarsono, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Lamteng, Loekman Djoyosoemarto.

Direktur Corporate Affairs GGF, Welly Soegiono menjelaskan kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani ke GGF untuk melihat industri agrobisnis di Indonesia. GGF merupakan salah satu industri holtikultura yang sudah ekspor ke 65 negara.

“Alhamdulillah sampai saat ini ekspor nanas dari Indonesia GGF sudah nomor 1 di dunia. Untuk itu sebagai Ketua DPR RI, beliau (Puan Maharani, red) ingin melakukan tinjauan langsung,” ujarnya.

Welly menambahkan, dalam kunjungannya, Puan Maharani juga berkeliling pabrik, untuk meninjau terkait tenaga kerja. Kemudian bagaimana proses produksi nanas hingga proses ekspor nanas kaleng tersebut.

“Tadi Ibu Puan berkesempatan melepas ekspor nanas kaleng dengan tujuan ke Rotterdam, Belanda, dan Fleksto United Kingdom, Inggris. Dalam sehari kami melakukan ekspor nanas kaleng sebanyak 40-60 kontainer dengan muatan 17-18 ton perkontainer,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Pihaknya juga menyampaikan beberapa kendala yang di alami oleh Indonesia kepada orang nomor satu di DPR RI tersebut. Jika kendala tersebut dapat teratasi, maka tidak menutup kemungkinan ada peningkatan ekspor.

“Kami ekspor tidak bisa langsung ke negara tujuan, tapi harus transit di Singapura. Sedangkan jika kami transit di Singapura 1 kontainer dikenakan biaya sekitar 300 dolar. Jika kita bisa langsung ke Nagara tujuan itu bisa lebih hemat biaya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, terkait persoalan ini akan ada langkah cepat dari seluruh stakeholder untuk menyelesaikannya. Sehingga proses ekspor dapat langsung ke negara tujuan. Dan baik swasta ataupun pemerintah secara bersama-sama dapat meningkatkan hasil devisa bagi negara.

Selain meninjau lokasi produksi, Anak Megawati Soekarno Putri ini juga menyapa para karyawan PT GGF yang sangat antusias dalam menyambutnya. (tik/adv)