Scroll untuk membaca artikel
Kesehatan

3000 Sapi di Lamsel Terjangkit LSD, Vaksin Kurang Petugas Kewalahan

3
×

3000 Sapi di Lamsel Terjangkit LSD, Vaksin Kurang Petugas Kewalahan

Share this article
Peternak memisahkan dan mengisolasi sapi yang terjangkit LSD.

Sebanyak tiga ribu ekor sapi terinfeksi lumpy skin disease (LSD) di Lampung Selatan. Penanganan yang lemah dan kekurangan stok vaksin menjadi penyebab utama.

Sugimin salah satu peternak mengaku, sebagai antisipasi penyebaran virus peternak mengambil langkah dengan memisahkan dan mengisolasi sapi yang terjangkit.

Harga jual sapi mengalami penurunan drastis. Peternak semakin khawatir karena hingga saat ini tidak ada tindakan berarti dari pemerintah.

“Sekarang cuma misahkan sapi yang terjangkit, mau dijual harga sapi murah,” kata Sugimin (8/7)

Pemerintah pusat telah memberikan bantuan berupa puluhan ribu vaksin LSD,  namun dari 146 ribu populasi sapi di Lampung Selatan hanya sedikit sapi yang telah divaksinasi oleh Dinas Peternakan.

Rini Ariasih selaku Kepala Dinas Peternakan Lampung Selatan, mengakui penanganan wabah terhambat karena kurangnya petugas yang dapat menangani ribuan ekor sapi di wilayah Lampung Selatan.

“Penanganan wabah ini terhambat karena kurangnya petugas yang dapat menangani ribuan ekor sapi yang tersebar di wilayah Lampung Selatan,” jelasnya.

Warga juga mengeluhkan UPT Pusat Kesehatan Hewan memasang tarif tinggi untuk setiap kali pengobatan sapi yang terinfeksi LSD yang mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.(*)