Scroll untuk membaca artikel
Nasional

PT Hutama Karya Hengkang dari Pengelolaan JTTS

11
×

PT Hutama Karya Hengkang dari Pengelolaan JTTS

Share this article

Indonesia Investment Authority (INA) mengambil alih pengelolaan jalan tol Lampung ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter). INA sendiri sebagai Badan Usaha Jalan Tol terpisah dari Hutama Karya.

Kini Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) Lampung, tak lagi dikelola oleh PT Hutama Karya

Penyerahan pengelolaan jalan tol Lampung ruas Bakter dilakukan melalui penandatanganan konfirmasi diselesaikannya transaksi dua ruas JTTD antara Hutama Karya dan INA, yang dilaksanakan di Menara Danareksa Jakarta pada hari, Kamis (13/07/2023).

 

Adapun nilai investasi dari peralihan pengelolaan jalan tol tersebut mencapai Rp 20,55 triliun. Di mana nilai tersebut untuk peralihan dua ruas jalan tol di Sumatera, yakni selain ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, juga ada ruas tol Medan-Binjai.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, dana segar yang masuk tersebut nantinya akan digunakan untuk meningkatkan pembangunan ruas JTTS lainnya yang masih di kelola PT Hutama Karya.

“Dalam kerja sama investasi ini, nilai transaksi sebesar Rp 20,55 triliun yang ditujukan untuk mendorong penyelesaian pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi Harto menambahkan bahwa pemilihan kedua ruas tersebut, yang diputuskan untuk dilepas pengelolaannya dari PT Hutama Karya, juga didasari oleh tren positif yang dicatatkan oleh Hutama Karya terhadap Lalu Lintas Harian (LHR).

Dimana untuk Tol Bakter dilintasi sekitar 35.451 kendaraan per harinya dan untuk kondisi normal Tol Mebi dilintasi sebanyak 43.404 kendaraan per harinya.

“Kedua ruas tol ini memenuhi kesesuaian terhadap business plan salah satunya Internal Rate of Return (IRR) bagi investor,” ujarnya.

Dengan adanya pelepasan pengelolaan itu, Budi Harto menjanjikan pelayanan di kedua ruas tol.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, investasi ini merupakan posisi yang strategis di Sumatera untuk bisa memperkuat konektivitas, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan efisiensi logistik.

“Kita tahu Sumatera sangat penting untuk Indonesia, kita juga bisa melihat dengan data, bahwa dengan adanya JTTS ini hadir pusat-pusat ekonomi baru dan trafik terus meningkat,” ungkap Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Pihaknya menyatakan, melalui transaksi kerja sama investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor serta mendukung percepatan penyelesaian ruas-ruas JTTS lainnya. Kementerian BUMN juga memiliki komitmen untuk melakukan penyehatan iklim investasi BUMN. (*)