Scroll untuk membaca artikel
Lampung Selatan

Guru dan Santri Ponpes Mambaul Hikam Wafat Digulung Ombak Pantai Keramat Suak

71
×

Guru dan Santri Ponpes Mambaul Hikam Wafat Digulung Ombak Pantai Keramat Suak

Share this article
TERULANG : Insiden warga meninggal dunia sakibat tenggelam di laut terus terulang di Pantai Suak, Provinsi Lampung. (Foto Basarnas)

SIDOMULYO : Sejumlah  lokasi wisata pantai di Provinsi Lampung masih belum bersahabat dengan pengunjung. Peristiwanya saat libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, 17 Agustus 2023.

Teranyar adalah insiden sapuan ombak di Pantai Keramat, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Seorang santri dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Seloretno, Sidomulyo bernama Alviatuh  Munawaroh dan seorang guru bernama Dika dipastikan meninggal dunia.

Peristiwa nahas ini terjadi saat 18 santri berusia belasan tahun dengan didampingi guru mengadakan liburan di pantai. Mereka tiba di Pantai Keramat sekira pukul 11.00 WIB.

Selepas menunaikan salat Zuhur dan makan siang. Acara berenang dan bermain dilanjutkan. Dengan didampingi guru pengajar, sejumlah santri mandi di laut, dengan jarak dari bibir pantai sekitar 30 meter dan ketinggian air sekitar 1 meter.

Sejumlah saksi mata dari nelayan setempat mengatakan awalnya ombak dan gelombang laut tidak begitu tinggi. Namun petaka langsung berubah saat datang gelombang tinggi dan menyapu santri.

”Guru dan santri mandi di laut sekitar jarak 30 meter. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menyeret sejumlah santri,” jelas Anwar, nelayan setempat.

Sejumlah nelayan lantas memberikan pertolongan dan penyelematan.  Mereka yang berhasil diselamatkan adalah M. Maftuh berusia 24 tahun adalah guru Ponpes Mambaul Hikam. Dua orang lainya adalah santri bernama Mesina dan Albiansyah.