Scroll untuk membaca artikel
Pendidikan

Perguruan Tinggi Di Lampung Dukung Mahasiswa Tak Perlu Tulis Skripsi dan Tesis

51
×

Perguruan Tinggi Di Lampung Dukung Mahasiswa Tak Perlu Tulis Skripsi dan Tesis

Share this article
SEPAKAT : Perguruan Tinggi di Lampung sepakat mendukung kebijakan tidak ada skripsi, tesis dan disertasi. (Foto Saskia)

BANDARLAMPUNG : Sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Lampung memberikan respon positif atas kebijakan transformasi radikal Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudrisetdikti) Nadiem Makarim terkait Program Merdeka Belajar Episode 26 : Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, di Jakarta Selasa 29 Agustus 2023.

Sebelumnya dalam peluncuran program yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Kemendikbudrisetdikti itu Mas Menteri memastikan mengambil kebijakan yang sudah lama dinantikan.

Mahasiswa S1 tak lagi wajib menulis skripsi. Begitu dengan mahasiswa S2 (magister) dan S3 (doctoral) tak perlu menulis tesis dan disertasi.

Kebijakan ini mendapat tanggapan dari Wakil Rektor 1 Bidang Akademik IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. Menurutnya kebijakan Mendikbudrisetdikti ini sudah tepat.

Apalagi kebijakan ini sudah pernah dilakukan IIB Darmajaya sejak 10 tahun silam.

”Kami sudah pernah menerapkan kebijakan tersebut melalui jalur non skripsi. Tidak ada kewajiban bagi mashasiswa untuk membuat skripsi dan. Tetapi kampus tetap memberikan beban kepada mahasiswa yang setara dengan skripsi,” kata Abdul Aziz kepada radartvnews.com di ruang kerjanya, Kamis 31 Agustus 2023.

Pihaknya menganjurkan mahasiswa dapat mengambil mata kuliah pilihan dengan jumlah SKS setara dengan skripsi dengan model pembelajaran disprz learning.

Pihaknya mengatakan jalur non skripsi diganti dengan program projek akhir. Mahasiswa harus tetap mengerjakan projek akhir, bukan berbentuk skiprsi atau tesis atau skripsi. Mahasiswa membuat projek, berbentuk artikel ilmiah, yang nantinya bisa di publikasi oleh mahasiswa.

”Begitu juga dengan tugas akhir tesis dan disertasi, jika bisa diberikan pembebanan yang sama yakni selevel atau sama bobot beratnya dengan tesis,” tegasnya.

Namun khusus program magister dan doktoral yang tidak mewajibkan tesis dan disertasi, itu harus dijadikan standar minimal masing-masing kampus, jadi boleh ikut boleh juga tidak.

”Saya sarankan, jika secara perangkat belum siap, maka jangan diubah. Daripada diubah secara signifikan hingga tidak tercapai pencapaian pembelajaran yang terbaik,” usulnya.

Unila Mulai Semester Depan