Scroll untuk membaca artikel
Pendidikan

Taufik Basari Kecam Pelarangan Diskusi Dalam Kampus Unila dan Itera

24
×

Taufik Basari Kecam Pelarangan Diskusi Dalam Kampus Unila dan Itera

Share this article
DIKECAM : Anggota DPR RI Taufik Basari memastikan kampus adalah tempat adu gagasan. (Foto Dokumen Taufik Basari)

JAKARTA : Pembatalan rencana Diskusi Publik bersama Rocky Gerung di dua PTN terkemuka di Provinsi Lampung mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPR RI dari Dapil Lampung I Taufik Basari.

Tobas  menyesalkan pembatalan sepihak oleh pihak Rektorat Universitas Lampung  (Unila) dan Institut Teknologi Sumatra (Itera). Sedianya,  BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Unila dan BEM Itera menjadwalkan dialog hari Kamis 14 September 2023.

Aktivis ’98 ini menyatakan kampus bukanlah tempat doktrinal yang menawarkan gagasan tunggal dan menutup diri dari perdebatan. Kampus merupakan tempat menguji gagasan dan mengembangkan tradisi berpikir kritis.

“Dengan demikian, pelarangan diskusi dengan alasan dikhawatirkan akan mengganggu kondusifitas kampus seharusnya tidak terjadi,” tegas Tobas.

Pihaknya menilai jikalau ada pihak yang tidak setuju dengan pemikiran-pemikiran Rocky Gerung, maka uji dan diskusikanlah secara bebas dalam forum akademik.

“Tugas kampus adalah memfasilitasi, bukan malah dilarang diskusi,” ujar politisi Partai Nasdem ini, Kamis 14 September 2023.

Taufik menilai praktik pembatasan kebebasan berbicara dan mengintervensi gerakan berpikir kritis mahasiswa di ruang-ruang akademik harus dihentikan. Pelarangan diskusi adalah hal yang berlawanan dengan semangat akademik.

Dipastikannya tema diskusi sama sekali bukan pemicu kegaduhan. Dengan latar belakang keahlian pembicara yang beragam, maka diskusi publik seperti ini justru akan membuka wawasan mahasiswa untuk melihat akar persoalan di masyarakat.

“Pelarangan semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi,” sambungnya.

Pihaknya mendukung penuh semangat mahasiswa untuk membuka ruang diskusi sehat dan kritis sebagai bentuk kebebasan berpendapat dan tegaknya demokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, diskusi publik bertajuk “Menatap Indonesia Maju: Tantangan Masa Depan Global dan Middle-Income Trap” ini akan diselenggarakan di Auditorium Pascasarjana FEB Unila pada siang hari ini.

Namun, pasca penolakan pihak kampus yang diduga disebabkan oleh kehadiran Rocky Gerung dalam diskusi tersebut membuat tempat diskusi terpaksa pindah ke Gedung Serba Guna (GSG) Ernawan Ruwa Jurai, Pahoman, Bandar Lampung. (*)