Scroll untuk membaca artikel
Pesisir Barat

Ombak Tanjung Setia Hancurkan Perahu, Pencarian Seorang Nelayan Dilanjutkan

1483
×

Ombak Tanjung Setia Hancurkan Perahu, Pencarian Seorang Nelayan Dilanjutkan

Share this article
DILANJUTKAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat. (Foto Basrnas Lampung)

RADARTV : Ombak Tanjung Setia, di Kabupaten Pesisir Barat yang terkenal tinggi besar cocok untuk selancar, telah menghancurkan sebuah perahu jukung. Seorang nelayan dinyatakan hilang, dan masih dalam proses pencarian lanjutan oleh Tim SAR Gabungan.

Pencarian lanjutan dilakukan Selasa 10 Oktober 2023, mulai pukul 7.00 WIB. Sebelumnya, pada Senin 9 Oktober, Tim SAR melakukan pencarian sesaat usai menerima laporan nelayan hilang. Nelayan bernama Hendra Cipta dilaporkan tenggelam, usai perahu jukungnya ditemukan rusak seperti bekas dihantam ombak besar.

Kronologis Peristiwa

Hendra Cipta, pria berusia 35 tahun seorang diri melaut untuk mencari ikan pada Senin 9 Oktober, berangkat pukul 5.00 WIB. Warga Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat itu menaiki perahu jukung dari Way Teluk.

Sekitar pukul 7.00 WIB, warga menemukan perahu korban di pinggir pantai dekat Karang Nyimbor, Tanjung Setia, Keamatan Pesisir Selatandalam kondisi rusak.

Pihak keluarga korban melaporkan kepada Basarnas Lampung. Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah mengerahkan 1 tim Rescue Pos SAR Tanggamus untuk menuju lokasi dan melakukan pencarian dan pertolongan.

Proses pencarian dimulai sekitar Pukul 12.45 WIB, Tim tiba di sekitar lokasi (5°19’29.76″S – 103°58’59.17″E) dan langsung melakukan kordinasi dengan unsur SAR Gabungan (Polres Pesisir Barat, Polsek Biha, BPBD Pesisir Barat, Aparat Pekon Tanjung Setia, nelayan dan masyarakat setempat).

”Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan membagi menjadi 2 tim SRU (SAR Rescue Unit). SRU 1 menggunakan Perahu Karet Pos SAR Tanggamus dan SRU 2  menggunakan perahu jukung nelayan mencari hingga radius 2 km dari lokasi kejadian,” kata Deden.

Sekira pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian menggunakan peralatan Aqua Eyes (alat deteksi bawah air) di sekitar lokasi pencarian. Namun, tidak didapatkan tanda clusser yang muncul.

”TIM SAR melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian, hingga pukul lima sore. Penyelaman dihentikan dan tanda tanda korban belum juga terlihat. Kemudian dilanjutkan pemantauan secara visual di sepanjang bibir pantai hingga malam hari,” ujar Robi Rusli – Koordinator Pos SAR Tanggamus.

Pencarian hari pertama dilaporkan kepada Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah selaku SMC (SAR Mission Coordinator). “Pencarian hari ini menggunakan perahu karet, Aqua Eye dan dilakukan penyelaman. Namun hingga sore hari pencarian masih nihil dan akan dilanjutkan pada Selasa pagi.” Kata Robi. (*)