Senin 26-10-2026,21:56 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

Tren parfum dengan aroma makanan menjadi favorit para generasi muda di era ini.–
RADARTVNEWS.COM – Parfum tidak lagi hanya identik dengan aroma bunga atau wewangian segar. Kini, parfum dengan aroma yang menyerupai makanan dan minuman manis semakin menarik perhatian pencinta wewangian, terutama generasi muda. Aroma vanila, karamel, cokelat, kopi, hingga kue panggang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki wangi khas dan berbeda.
Tren tersebut dikenal dengan istilah gourmand fragrance, yaitu kategori parfum yang menggunakan komposisi aroma menyerupai makanan atau minuman. Istilah gourmand berasal dari bahasa Prancis yang berkaitan dengan kenikmatan menyantap makanan lezat.
Parfum gourmand semakin populer di kalangan remaja Indonesia. Tren ini juga mendorong produsen wewangian menghadirkan berbagai varian dengan karakter manis, creamy, dan hangat.
BACA JUGA:Tak Hanya Pakaian, Ini Cara Memilih Parfum yang Sesuai dengan Gaya Busana
Aroma gourmand memiliki beragam karakter. Vanila dan karamel memberikan kesan manis dan lembut, sedangkan cokelat menghadirkan nuansa hangat yang menyerupai makanan penutup. Sementara itu, aroma kopi menawarkan perpaduan wangi pahit dan manis yang mengingatkan pada suasana kedai kopi.
Tidak hanya aroma makanan yang sudah umum, tren parfum gourmand juga berkembang melalui penggunaan aroma pistachio, mentega, susu, dan matcha. Perpaduan bahan tersebut menciptakan karakter wewangian yang lebih beragam, mulai dari aroma seperti kue yang baru matang hingga wangi minuman yang creamy.
Popularitas parfum gourmand juga berkaitan dengan pengalaman emosional yang ditimbulkan oleh aroma. Wewangian tertentu dapat mengingatkan seseorang pada makanan favorit, suasana rumah, atau kenangan menyenangkan. Hal ini membuat parfum tidak hanya digunakan untuk menunjang penampilan, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi diri.
Meski identik dengan aroma manis, parfum gourmand modern tidak selalu memiliki wangi yang menyengat. Sejumlah formulasi memadukan aroma makanan dengan unsur kayu, musk, atau bunga untuk menghasilkan karakter yang lebih seimbang dan elegan. Perpaduan tersebut membuat parfum gourmand dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun acara khusus.
Perkembangan tren ini menunjukkan bahwa industri wewangian terus berinovasi mengikuti preferensi konsumen. Parfum kini tidak hanya dinilai berdasarkan keharumannya, tetapi juga pengalaman dan kesan yang diberikan kepada penggunanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
medcom.id












