Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Nyeri Dada Mendadak saat Usia Muda, Jangan Langsung Menganggapnya akibat Kelelahan

×

Nyeri Dada Mendadak saat Usia Muda, Jangan Langsung Menganggapnya akibat Kelelahan

Share this article


Nyeri Dada Mendadak saat Usia Muda, Jangan Langsung Menganggapnya akibat Kelelahan




ilustrasi nyeri dada–pinterest

RADARTVNEWS.COM — Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba kerap dianggap sebagai keluhan ringan, terutama ketika dialami oleh orang berusia muda yang memiliki aktivitas padat. Kebiasaan begadang, kurang tidur, hingga tekanan akademik sering dikaitkan dengan kondisi tersebut. Namun, Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh kelelahan dan perlu diperhatikan berdasarkan gejala yang menyertainya.

Di kalangan mahasiswa, begadang menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan untuk menyelesaikan tugas, mempersiapkan ujian, atau mengikuti berbagai aktivitas. Pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk sistem kardiovaskular apabila berlangsung secara terus-menerus.

Kurang tidur diketahui dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, perubahan irama jantung, serta peningkatan hormon stres. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung.

Baca Juga :  Bupati Klaten Terseret Dugaan Korupsi, Dana Disebut untuk Pribadi dan Utang Pilkada

Meski demikian, nyeri dada yang muncul setelah begadang tidak serta-merta menandakan adanya gangguan jantung. Hubungan antara keduanya perlu dilihat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan faktor lain yang mungkin menjadi penyebab keluhan.

Nyeri dada sendiri dapat dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari sensasi tertusuk, perih, panas seperti terbakar, hingga tekanan pada bagian dada. Lokasi dan intensitasnya pun dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Selain gangguan jantung, keluhan tersebut dapat dipicu oleh masalah saluran pencernaan, seperti refluks asam lambung atau GERD. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi panas atau nyeri di dada, terutama setelah makan maupun ketika berbaring.

Penyebab lainnya meliputi ketegangan otot dada, gangguan paru-paru, serta serangan panik yang dapat disertai jantung berdebar dan sesak napas. Oleh karena itu, usia muda tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan nyeri dada yang muncul secara mendadak atau berulang.

Baca Juga :  H. Umran Harun Kembali Pimpin HKSL Lampung Siap Teguhkan Persatuan dan Pelestarian Budaya

Kenali Tanda Nyeri Dada yang Perlu Diwaspadai

Nyeri dada perlu mendapatkan perhatian lebih apabila disertai gejala lain yang mengarah pada kondisi serius. Rasa sakit seperti ditekan atau diremas, misalnya, dapat menjadi tanda bahaya, terutama jika menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.

Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pusing, hingga perasaan ingin pingsan. Apabila keluhan tersebut muncul, pertolongan medis darurat perlu segera dicari.

Sementara itu, nyeri dada yang berulang meskipun tidak disertai gejala berat juga sebaiknya diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari keluhan, sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi pasien.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Bandar Jaya Timur Belum Padam, Metana dan Angin Kencang Hambat Penanganan

Perbaiki Pola Tidur dan Jangan Abaikan Keluhan

Menjaga pola tidur yang teratur menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan tubuh. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Mengatur jadwal tidur, membatasi konsumsi kafein menjelang waktu istirahat, serta mengelola stres dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.

Namun, perubahan pola hidup tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis ketika nyeri dada terjadi. Menganggap keluhan tersebut sekadar akibat begadang atau kelelahan berisiko membuat seseorang terlambat mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

halodoc



Source link