Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Terjebak FOMO, Rela Habiskan Waktu demi Tempat yang Viral

×

Terjebak FOMO, Rela Habiskan Waktu demi Tempat yang Viral

Share this article


Terjebak FOMO, Rela Habiskan Waktu demi Tempat yang Viral




FOMO membuat orang rela mengantre berjam-jam demi mengunjungi tempat viral, mengikuti tren media sosial, hingga terkadang mengabaikan waktu dan kenyamanan.–Photo: CNBC Indonesia

RADARTVNEWS.COM – Fenomena tempat viral di media sosial kerap menarik perhatian banyak orang. 

Tak sedikit yang rela mengantre berjam-jam demi mencoba makanan, mengunjungi kafe, atau mendatangi tempat yang sedang ramai diperbincangkan. 

Keinginan untuk mengikuti tren dan merasakan pengalaman yang sama dengan orang lain terkadang membuat seseorang mengesampingkan waktu, kenyamanan, bahkan pertimbangan logis. 

Baca Juga :  Viral Mahar Fantastis Pernikahan di Pandeglang, Disebut Capai Rp1,5 Miliar hingga Kebun Sawit

Fenomena ini erat kaitannya dengan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari tren atau pengalaman yang sedang dinikmati orang lain.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keputusan untuk mengunjungi tempat viral tidak selalu didasarkan pada kebutuhan atau ketertarikan pribadi. 

Pengaruh lingkungan dan paparan konten di media sosial turut membentuk keinginan seseorang untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung. 

Semakin sering suatu tempat muncul di linimasa, semakin besar pula rasa penasaran yang muncul, bahkan sebelum seseorang mengetahui apakah tempat tersebut benar-benar sesuai dengan ekspektasinya.

Baca Juga :  Doctor X Ratu Rating Drakor On Going Pekan Ini, Kim Ji Won Langsung Cetak Rekor

BACA JUGA:Tak Hanya Pakaian, Ini Cara Memilih Parfum yang Sesuai dengan Gaya Busana

Di sisi lain, popularitas sebuah tempat juga sering kali menciptakan anggapan bahwa pengalaman di sana layak untuk diperjuangkan. 

Padahal, ramainya pengunjung tidak selalu menjamin kualitas pelayanan atau pengalaman yang memuaskan. 

Tak jarang, kenyataan yang ditemui justru berbeda dari gambaran menarik yang sebelumnya beredar di media sosial.

Oleh karena itu, penting untuk membedakan keinginan yang muncul dari ketertarikan pribadi dengan dorongan untuk sekadar mengikuti tren. 

Baca Juga :  Delapan Persen Wilayah Indonesia Mulai Memasuki Musim Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan

Sebelum memutuskan untuk mengantre berjam-jam, ada baiknya mempertimbangkan manfaat yang akan diperoleh, waktu yang dibutuhkan, serta apakah pengalaman tersebut memang sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

Popularitas suatu tempat tidak harus menjadi alasan untuk ikut berkunjung. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

yoursay.suara.com



Source link