Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Arak-arakan Dawet dan Ayam Ingkung Warnai Tradisi Pelestarian Umbul Kroman di Klaten

×

Arak-arakan Dawet dan Ayam Ingkung Warnai Tradisi Pelestarian Umbul Kroman di Klaten

Share this article


Arak-arakan Dawet dan Ayam Ingkung Warnai Tradisi Pelestarian Umbul Kroman di Klaten




Warga Mranggen, Klaten, menggelar arak-arakan dawet dan ayam ingkung untuk melestarikan tradisi serta menjaga keberadaan Umbul Kroman.–

RADARTVNEWS.COM – Warga Desa Mranggen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar tradisi arak-arakan dawet dan ayam ingkung untuk melestarikan keberadaan Umbul Kroman. 

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sumber mata air sekaligus upaya menjaga nilai budaya dan kebersamaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Ledakan Tabung Gas di Surabaya Hancurkan Belasan Rumah dan Lukai Dua Lansia

Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan dawet menuju kawasan umbul yang berjarak sekitar 200 meter dari titik awal. 

Warga kemudian mengikuti prosesi tradisi yang telah dipertahankan secara turun-temurun tersebut pada Minggu (1/11/2026).

Selain dawet, ayam ingkung turut menjadi bagian dari tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan masyarakat. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul warga, tetapi juga sarana meneruskan tradisi lokal kepada generasi berikutnya agar keberadaan Umbul Kroman tetap terjaga.

Prosesi arak-arakan dipimpin oleh cucuk lampah, kemudian diikuti para sesepuh dan masyarakat setempat. 

Baca Juga :  Ancaman El Nino dan La Nina terhadap Ketahanan Pangan Indonesia

Tidak hanya membawa dawet dan ayam ingkung, warga juga menyertakan bibit pohon beringin dalam iring-iringan tersebut.

Setibanya di kawasan Umbul Kroman, rangkaian acara berlanjut dengan pertunjukan tari teatrikal dan doa bersama. 

BACA JUGA:Ginum Pengasih Dayak Bulusu, Tradisi Menyambut Tamu dengan Minuman dan Mantra Adat

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian dawet kepada warga yang hadir.

Tradisi tahunan ini turut dihadiri Camat Jatinom Agus Sunyata, Kepala Desa Mranggen Sutarman, serta sejumlah perangkat desa dan masyarakat.

Ketua RW 13 sekaligus perwakilan panitia, Mujiono, menjelaskan bahwa Dawetan bukan tradisi baru bagi masyarakat Mranggen. 

Baca Juga :  Prancis Siaga Penuh Saat Halloween, 70 Ribu Personel Dikerahkan Antisipasi Kerusuhan

Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

solotribunnews.com



Source link