Kamis 05-11-2026,11:18 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

—
RADARTVNEWS.COM — Pecel lele menjadi salah satu makanan kaki lima yang cukup mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Menu yang terdiri dari ikan lele goreng, sambal, lalapan, dan nasi hangat ini banyak digemari karena rasanya yang khas serta harganya yang relatif terjangkau.
Namun, pernahkah terpikir mengapa makanan ini disebut pecel lele? Padahal, jika dilihat dari penyajiannya, tidak ada bumbu kacang seperti yang biasa ditemukan pada pecel sayuran.
Ternyata, nama pecel lele memiliki cerita tersendiri yang berkaitan dengan perkembangan kuliner masyarakat Lamongan, Jawa Timur, hingga pengaruh budaya kuliner di daerah lain.
Berawal dari Masyarakat Lamongan
Pecel lele dikenal sebagai salah satu makanan yang berasal dari tradisi kuliner masyarakat Lamongan, Jawa Timur. Kuliner ini kemudian semakin berkembang seiring banyaknya masyarakat Lamongan yang merantau ke berbagai kota untuk mencari penghasilan.
Dalam perjalanannya, para perantau tersebut mulai memperkenalkan olahan ikan lele melalui usaha warung makan sederhana. Dari sinilah pecel lele mulai dikenal lebih luas, terutama di kawasan perkotaan.
Sebelum dikenal dengan nama pecel lele, makanan ini disebut-sebut memiliki istilah awal, yaitu pecek lele. Istilah tersebut berkaitan dengan cara penyajian ikan yang digoreng atau dibakar, kemudian dipenyet dan disajikan bersama sambal.
Perubahan Nama dari Pecek Menjadi Pecel
Ada cerita menarik mengenai perubahan penyebutan pecek lele menjadi pecel lele. Salah satu versi menyebutkan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan perjalanan para pedagang asal Lamongan ketika mulai memperkenalkan dagangannya di Jakarta.
Di Jakarta, mereka mengenal makanan khas Betawi bernama pecak atau pencak lele. Hidangan ini menggunakan ikan air tawar yang digoreng maupun dibakar, lalu disajikan dengan racikan bumbu khas yang menggunakan berbagai rempah.
Adanya kemiripan bahan utama membuat kedua makanan tersebut memiliki keterkaitan dalam perkembangan kulinernya. Para pedagang Lamongan kemudian mengembangkan olahan lele dengan ciri khas sambal dan lalapan yang berbeda.
Dari proses tersebut, muncul salah satu penjelasan bahwa istilah pecek lele kemudian berkembang menjadi pecel lele. Meski begitu, cerita mengenai asal-usul namanya memiliki beberapa versi dan belum terdapat satu penjelasan yang sepenuhnya disepakati.
Tidak Sama dengan Pecel Sayuran
Hal lain yang membuat nama pecel lele cukup menarik adalah perbedaan makna kata pecel dalam penyebutannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
kumparanfood












