Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Sama-Sama Hangat dan Beraroma Jahe, Sekoteng dan Bandrek Punya Cerita Berbeda

×

Sama-Sama Hangat dan Beraroma Jahe, Sekoteng dan Bandrek Punya Cerita Berbeda

Share this article


Sama-Sama Hangat dan Beraroma Jahe, Sekoteng dan Bandrek Punya Cerita Berbeda




—

RADARTVNEWS.COM — Ketika musim hujan tiba, menikmati minuman hangat menjadi salah satu cara sederhana untuk menemani udara dingin. Di Indonesia, ada dua minuman tradisional yang cukup identik dengan suasana tersebut, yakni sekoteng dan bandrek.

Keduanya sama-sama mengandalkan jahe sebagai bahan utama yang memberikan sensasi hangat. Tidak heran jika sekoteng dan bandrek kerap menjadi pilihan masyarakat ketika cuaca sedang dingin, terutama pada malam hari.

Baca Juga :  Undang Orang Asing Lewat Internet, Pernikahan Pria Ini Dihadiri Ribuan Tamu

Meski sekilas terlihat serupa, kedua minuman ini sebenarnya memiliki perbedaan dari segi asal-usul, bahan tambahan, hingga cara penyajiannya.

Sekoteng, Minuman Hangat dengan Beragam Isian

Sekoteng merupakan minuman tradisional yang populer di wilayah Jawa Tengah dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Minuman ini dikenal dengan kuah jahe bercita rasa manis yang disajikan bersama berbagai bahan pelengkap.

Dalam satu mangkuk sekoteng, biasanya terdapat kacang tanah sangrai, kacang hijau, potongan roti tawar, pacar cina, dan kolang-kaling.

Perpaduan berbagai isian tersebut membuat sekoteng memiliki tekstur yang lebih beragam dibandingkan minuman jahe pada umumnya.

Baca Juga :  Kongkalikong Proyek Uang Hutangan, Sssttt...Dari Bos UNG Konoha hingga Juragan Split di Balik Panggung?

Selain itu, sekoteng juga identik dengan pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak dan menjajakannya pada malam hari. Kehadirannya sering dijumpai di kawasan permukiman maupun pinggir jalan.

Bandrek, Minuman Rempah Khas Sunda

Berbeda dengan sekoteng, bandrek merupakan minuman tradisional yang berasal dari masyarakat Sunda, Jawa Barat.

Bandrek dibuat menggunakan jahe yang direbus bersama gula merah dan berbagai rempah, seperti serai, kayu manis, serta cengkih. Beberapa variasi juga menambahkan susu atau santan untuk menghasilkan cita rasa yang lebih gurih.

Minuman ini memiliki rasa manis dengan sensasi pedas khas jahe yang cukup kuat. Bandrek telah lama dikenal sebagai minuman tradisional masyarakat Sunda, terutama di daerah dataran tinggi yang memiliki suhu udara relatif sejuk.

Baca Juga :  Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo Tuai Kontroversi, 12 Santriwati Sempat Diamankan

Karakteristik bandrek yang kaya rempah membuatnya memiliki aroma khas dan berbeda dari sekoteng.

Apa yang Membuat Keduanya Cocok Dinikmati saat Musim Hujan?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif.



Source link