Kamis 29-10-2026,22:34 WIB
Reporter:
MG – Dela Azmelia|
Editor:
Jefri Ardi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan permohonan maaf atas insiden penghalangan wartawan saat meliput demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026)–
RADARTVNEWS.COM – Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf setelah seorang jurnalis mengalami hambatan saat hendak meliput aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Insiden yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) tersebut menjadi sorotan setelah rekaman videonya beredar di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya, terutama dalam pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa dan koordinasi dengan awak media.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada terjadi ketidakpahaman pada saat pelaksanaan pengamanan aksi,” ujar Budi di kawasan Bundaran HI, Kamis (29/10/2026).
Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi perhatian internal agar tindakan serupa tidak kembali terjadi. Seluruh personel yang bertugas di lapangan juga diingatkan untuk menjalankan prosedur pengamanan dengan memperhatikan tugas jurnalistik.
“Dan ini menjadi evaluasi tentunya bagi kami di Polda Metro Jaya dan mengingatkan kepada seluruh unsur pelayanan untuk tidak melakukan hal tersebut,” katanya.
Budi turut menyoroti pentingnya komunikasi antara aparat kepolisian dan jurnalis saat berlangsungnya demonstrasi. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar pengamanan tetap berjalan tanpa menghambat kerja awak media.
BACA JUGA:Oknum Polisi Halangi Kerja Jurnalis Liputan Demo Mahasiswa di Bundaran HI
“Ini tinggal tentang komunikasi saja, kami menyampaikan permohonan maaf dan ini menjadi evaluasi bagi kita bersama,” tuturnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wartawan hendak menuju kawasan Bundaran HI untuk melakukan peliputan. Dalam rekaman tersebut, jurnalis itu telah menjelaskan maksud kedatangannya, tetapi tetap diminta oleh anggota kepolisian untuk tidak mendekati kawasan tersebut.
Peristiwa itu memunculkan perhatian publik mengenai akses jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di tengah pengamanan demonstrasi. Sebab, kerja jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai peristiwa yang berlangsung di ruang publik.
Polda Metro Jaya menyatakan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi personel yang bertugas. Perbaikan komunikasi dan koordinasi di lapangan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa sekaligus menjaga pelaksanaan pengamanan aksi dan kegiatan jurnalistik agar berjalan sesuai ketentuan.
Evaluasi tersebut menjadi penting agar aparat keamanan dapat menjalankan tugasnya tanpa mengabaikan kebutuhan jurnalis untuk memperoleh dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












