Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Elon Musk Batasi Penggunaan Grok Bot, Biaya Operasional Tinggi Jadi Penyebab

×

Elon Musk Batasi Penggunaan Grok Bot, Biaya Operasional Tinggi Jadi Penyebab

Share this article


Elon Musk Batasi Penggunaan Grok Bot, Biaya Operasional Tinggi Jadi Penyebab




Elon Musk membatasi penggunaan Grok Bot karena biaya operasional yang tinggi dinilai tidak sebanding dengan pendapatan. –kumparanTEKNO

RADARTVNEWS.COM – Elon Musk membatasi penggunaan Grok Bot setelah biaya operasional layanan kecerdasan buatan (AI) tersebut dinilai terlalu tinggi dibandingkan pendapatan yang dihasilkan. Kondisi ini membuat sejumlah pengguna mengeluhkan kuota pemakaian yang lebih cepat habis.

Keluhan tersebut ramai disampaikan pengguna melalui platform X. Beberapa di antaranya mengaku batas penggunaan Grok Bot telah mencapai 100 persen, meskipun jadwal pengaturan ulang kuota masih beberapa hari lagi.

Baca Juga :  Lima Destinasi Wisata 'Legend' di Bandar Lampung yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Akhir Pekan

Menanggapi keluhan tersebut, Elon Musk mengakui bahwa biaya pengoperasian Grok Bot memang cukup besar. Pengeluaran untuk menjalankan layanan tersebut dinilai belum sebanding dengan pemasukan yang diperoleh perusahaan.

Grok Bot merupakan layanan agen AI yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan secara mandiri. Layanan ini dapat menjalankan tugas melalui komputer berbasis cloud, seperti menjelajahi situs web, menyusun email, hingga membantu pekerjaan administrasi.

Berbeda dengan chatbot AI biasa yang hanya merespons pertanyaan, Grok Bot memiliki kemampuan untuk melakukan serangkaian tugas secara otomatis. Kemampuan tersebut tentunya membutuhkan sumber daya komputasi yang lebih besar.

Baca Juga :  Cuma 27 Menit! YouTuber Ini Taklukkan Tantangan Makan di Jepang

Tingginya kebutuhan komputasi inilah yang menjadi salah satu tantangan dalam pengoperasian layanan tersebut. Meski jumlah penggunanya terus berkembang, biaya untuk menyediakan layanan AI tetap menjadi perhatian perusahaan.

Sebelumnya, Presiden SpaceX Gwynne Shotwell menyebut Grok Bot telah memiliki sekitar 800 ribu pengguna berbayar mingguan pada awal Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa layanan agen AI milik perusahaan Elon Musk tersebut memiliki peminat yang cukup besar. Namun, pertumbuhan pengguna juga perlu diimbangi dengan pengelolaan biaya operasional agar layanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Daun Sirih Punya Khasiat Antiseptik Alami, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan!

BACA JUGA:Curhat kepada AI Kian Populer, ChatGPT Beralih Fungsi Menjadi Teman Berbagi Keluh Kesah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kumparantekno



Source link