Monday, March 8, 2021

Didakwa Korupsi Rp65 Miliar, Mustafa Ajukan Justice Collaborator

Most Read

Resmi Terbentuk ISSI Lampung Siap Cetak Atlet

Sebanyak 45 Pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia Provinsi Lampung, masa bakti 2019-2023 resmi dilantik dan dikukuhkan, oleh Ketua PB ISSI Raja...

Dua Kader Lampung Ikut KLB, Moeldoko Ketum Demokrat

Radartvnews.com- Kudeta di tubuh partai Demokrat akhirnya terjadi. Kader-kader yang sebelumnya dipecat membelot dari kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)...

Corona B117 Mengintai, Larangan Pesta Malah Dikaji

Radartvnews.com- Virus corona sudah bermutasi ke jenis baru B117 asal Inggris dan sudah masuk Indonesia. Ini yang membuat Wakil Menteri...

Babi Hutan Kembali, Petani Lampung Timur Terus Merugi

Radartvnews.com- Segala upaya terus dilakukan oleh petani jagung di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Salah satunya, ronda malam. Untuk...

52 Bandit Terjaring Operasi Cempaka Krakatau di Lampung Utara

Radartvnews.com- 52 pelaku kejahatan berhasil ditangkap jajaran Polres Lampung Utara dalam Operasi Cempaka Krakatau 2021. selain itu, 50 kasus...

Ini Gaji Anggota DPRD Lampung Setelah Dilantik

Sekertariat DPRD Provinsi Lampung menggelar proses pengucapan sumpah janji delapan puluh lima anggota DPRD Provinsi periode 2019 – 2024. Pekan ini juga,...

Radartvnews- Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, didakwa telah menerima suap dan gratifikasi dari beberapa calon rekanan proyek, dengan total Rp65 miliar lebih. Atas dakwaan jaksa tersebut ia tidak mengajukan eksepsi, namun akan memohonkan diri menjadi justice collaborator.

Mustafa, eks Bupati Kabupaten  Lampung Tengah ini, menjalani sidang perdana secara daring, di Pengadilan Tipikor Tanjung, Senin 18 Januari 2021, dengan dakwaan pelanggaran pasal tentang suap dan gratifikasi.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, dirinya disangkakan menerima uang sebanyak total 65 miliar 221 juta 500 ribu rupiah, dari rekanan dan calon rekanan proyek di Kabupaten Lampung Tengah untuk memenangkan pengerjaan proyek tahun anggaran 2018, yang diterima melalui PLT Kepala Dinas Bima Marga Taufik Rahman.

Sejumlah uang yang ia terima dari para rekanan, diduga merupakan kesepakatan komitment fee proyek sebesar 20 persen, digunakan untuk kepentingan pribadi serta, mahar kepada beberapa oknum DPRD Lampung Tengah, dalam pengesahan APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Berita Lainnya  Salah Lokasi Parkir, Pemuja Sabu Diringkus

Mendengar dakwaan yang dibacakan oleh jaksa,  kuasa hukum Mustafa menerima dan tidak melayangkan bantahan, namun dalam hal ini Mustafa berencana akan mengajukan diri sebagai justice collabolator

Mantan Bupati Lampung Tengah ini didakwa telah melanggar pasal 11 atau pasal 12 huruf – a dan pasal 12 huruf -b Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001.

Tentang perubahan atas undang-undang atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat – 1 ke -1 KUHP, junto pasal 64 ayat – 1 KUHP. (Lds/San)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  Salah Lokasi Parkir, Pemuja Sabu Diringkus

BERITA TERKINI

Corona B117 Mengintai, Larangan Pesta Malah Dikaji

Radartvnews.com- Virus corona sudah bermutasi ke jenis baru B117 asal Inggris dan sudah masuk Indonesia. Ini yang membuat Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengeluarkan...

berita terkait lainnya