Scroll untuk membaca artikel
Hukum dan Kriminal

Tega : Balita Di Samarinda Diberi Tetangga Cairan Sabu, Melek 2 Harmal

8
×

Tega : Balita Di Samarinda Diberi Tetangga Cairan Sabu, Melek 2 Harmal

Share this article

Gejalanya itu dia aktif, tidak mau diam, ngoceh tanpa henti, tidak mau tidur, berkeringat dingin, menolak makan dan minum.

Foto ilustrasi balita hiperaktiv.

SAMARINDA : Seorang bayi di bawah usia lima tahun (balita) di Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur mendapat perlakuan tidak manusiawi dari tetangganya.

N bocah berusia 3 tahun dipastikan telah mengonsumsi narkoba, menyusul tes urin yang menyatakan positif. Dia dicekoki minuman yang mengandung cairan sabu sabu.

Kisah nyata ini bermula saat M ibu N mencurigai sang bayi bertingkah aneh yakni hiperaktif, halusinasi  dan tidak tidur selama dua hari.

Gejalanya itu dia aktif, tidak mau diam, ngoceh tanpa henti, tidak mau tidur, berkeringat dingin, menolak makan dan minum.

”Awalnya ibunya mikir anak ini kesurupan,” ucap Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur Rina Zainun.

Bahkan balita itu tidak terlihat capek dan segar, tidak merasakan lapar dan haus meski tidak makan tidak minum. Punnbegitu dengan bola mata terbuka lebar.

Atas gejala-gejala itu, TRC PPA berkonsultasi dengan orangtua N untuk tes urine di Rumah Sakit Jiwa Samarinda.

M menyatakan peristiwa ini terjadi seusai berkunjung ke rumah tetangganya. Saat itu N haus dan diberi minum oleh tetangganya, yaitu minuman dari botol.

Setelah pulang dari rumah tetangganya, kelakuan N pun berubah. Dia yang biasa tidur cepat menjadi tidak bisa tidur dan terus ngoceh tak henti seperti sedang berhalusinasi.

Untuk mencegah kemungkinan buruk, balita N dirawat di RSUD setempat. (tim)