Scroll untuk membaca artikel
Nasional

KPK Dalami Beberapa Proyek Basarnas Terkait OTT Jakarta-Bekasi, Segera Umumkan Tersangka

4
×

KPK Dalami Beberapa Proyek Basarnas Terkait OTT Jakarta-Bekasi, Segera Umumkan Tersangka

Share this article
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri

RADARTVNEWS.COMKepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan bila Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Cilangkap, Jakarta Timur dan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, hari ini Selasa (25/7/2023).

Dalam OTT, KPK mengamankan sepuluh orang dimana salah satu merupakan pejabat Basarnas. Sejumlah uang pun ditemukan tim penyidik dari OTT tersebut.

Melalui pesan singkat Ali Fikri membenarkan bila OTT KPK terkait Pengadaan ‘Peralatan Pendeteksi Korban Reruntuhan’ yang nilainya hampir mencapai 10 Miliar.

“Salah satunya betul proyek yang dimaksud” tulis Ali Fikri melalui Pesan Singkat, Rabu (26/7/2023).

Saat ditanya apakah ada proyek Basarnas lainnya yang ditangani KPK terkait OTT Jakarta-Bekasi, Ali Fikri menyebut ada beberapa proyek lain yang sedang didalami KPK.

“Beberapa proyek lain yang nanti akan didalami pada proses lebih lanjut,” tambah Ali Fikri

Terkait penetapan tersangka terhadap 10 orang yang diamankan termasuk Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol ADM Afri Cahyanto. Ali menyebutkan bila saat ini KPK belum menetapkan tersangka karena masih mendalami keterangan para saksi.

“Masih proses permintaan keterangan kepada para pihak yang ditangkap, belum ada tersangka. Bila cukup segera diumumkan nama-nama tersangka”

Sementara itu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri membenarkan operasi tangkap tangan terhadap pejabat basarnas berkaitan dengan dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan. Proyek itu bernilai Rp 10 miliar.

“Tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang jasa di Basarnas berupa alat pendeteksian korban reruntuhan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Rabu (26/7/2023).

Firli menyebut pejabat Basarnas diduga mendapat fee 10 persen dari nilai proyek. Namun dia belum menjelaskan detail berapa total penerimaan suap.

Membaca situs LPSE Basarnas, terdapat proyek yang diberi nama ‘Pengadaan Peralatan Pendeteksi Korban Reruntuhan’. Proyek itu diberi kode tender 3317469 dengan keterangan tender ulang akibat tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

Tender dibuat pada 9 Januari 2023. Status tender saat ini sudah selesai dengan pemenang berkontraknya ialah PT Intertekno Grafikasejati.

Proyek tersebut menggunakan APBN 2023 dengan nilai pagu paket Rp 10 miliar. Sementara itu, harga kontrak bernilai Rp 9.997.104.000 (Rp 9,9 miliar). (*)