Scroll untuk membaca artikel
Hukum dan Kriminal

Tersangka Insiden Lift Maut Segera Diumumkan, Timsus Jemput Hasil Uji Labfor di Polda Sumsel

3
×

Tersangka Insiden Lift Maut Segera Diumumkan, Timsus Jemput Hasil Uji Labfor di Polda Sumsel

Share this article
CERMAT : Tim Puslabfor Polda Sumsel mencermati setiap indikasi penyebab insiden maut lift Az Zahra. (Foto Satrio)

RADARTVNEWS.COMSudah 23 hari insiden maut Lift Az-Zahra dengan tujuh korban meninggal dunia dan 2 pekerja luka-luka berlalu. Polresta Bandarlampung dipastikan akan segera menetapkan tersangka insiden kelalaian dan kecelakaan kerja itu.

Saat ini, Tim Khusus Polresta Bandarlampung sudah bertolak menuju Puslabfor Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Tujuannya untuk mengambil hasil uji forensik kasus lift jatuh di sekolah Az-Zahra.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra memastikan pihaknya mengirim tim untuk menjemput hasil tersebut ke Puslabfor Polda Sumsel.

Hasil penelitian ini sangat penting dan sedang dinantikan. Selanjutnya berbekal uji labfor itu akan dilakukan penetapan tersangka. “Kita tunggu ya, hasil uji forensik sedang diambil di Polda Sumsel,” jelasnya.

Sejauh ini, kepolisian sudah memeriksa 20 saksi dari sejumlah pihak. Mereka dimintai keterangan sesuai dengan pengetahuan, latar belakang dan tanggung jawab dalam insiden itu.

Terperiksa antara lain Ketua Yayasan Fatimah Az-Zahra, Kepala SMP Az-Zahra, vendor renovasi sekolah, mandor, korban hidup, dan satuan pengamanan.

Untuk mengetahui penyebab secara ilmiah, kepolisian melibatkan ahli dari Institut Teknologi Sumatera.

Belum lama ini, Eko Puji Yulianto mengungkapkan, ada beberapa komponen lift tidak sesuai standar, yakni pengait atau klem. Fakta tersebut diketahui dari hasil oleh TKP bersama Tim Labfor Polda Sumsel dan Polresta Bandar Lampung.

Dari hasil olah TKP, ditemukan komponen penahan lift itu terlepas. Ada unsure kelalauain dalam pemasangan pengait tidak sesuai standar seharusnya.

”Analisa kami mengacu standar yang ada, beberapa komponen lift ternyata tidak sesuai, salah satunya adalah pengait atau klem,” tegasnya. (*)