Scroll untuk membaca artikel
Politik

Prabowo Timbang-timbang Cawapres : Antara Cak Imin, Erick Thohir atau Gibran Raka?

5
×

Prabowo Timbang-timbang Cawapres : Antara Cak Imin, Erick Thohir atau Gibran Raka?

Share this article
PILIH SIAPA? (Foto Net)

PRABOWO Subianto, calon presiden dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sedang gamang memilih calon wakil presiden. Sedikitnya ada tiga nama mengemuka dalam pertimbanganya.

Diprediksi akan sedikit sulit bagi Prabowo untuk bisa mengakomodasi usalan pendampingnya dari partai politik (parpol) peserta koalisi. Jauh hari, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah medeklarasikan agar Muhaimin Iskandar (Cak Imim) yang menjadi cawapres.

Nah, setelah bergabungnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN), maka ada banyak nama yang mulai disodorkan.

Terbaru, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menggadang-gadang nama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Peluang Ketua PSSI ini terbuka untuk diusung menjadi cawapres Prabowo. Peluang Erick, lebih besar ketimbang Golkar.

Apalagi Erick mendapatkan restu Jokowi, dan mengantongi dukugan PAN. Sementara Golkar, meski menyumbang perolehan suara tertinggi dalam koalisi, namun kekuatanya berkurang karena munculnya intervensi tangan-tangan kekuasaan melalui instrumen penegakan hukum maupun penciptaan dinamika internal di internal Golkar.

Golkar lebih dapat dikondisikan apabila Erick diusung. Hambatannya hanya ada di PKB yang sejak awal membesut koalisi bersama Gerindra mendukung Ketum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin cawapres.

Kegamanngan Prabowo adalah jikalau harus memilih antara Erick atau Cak Imin sebagai cawapres. Cak Imin merupakan modal besar karena representasi kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Jangan sampai Prabowo salah pilih antara memilih tokoh yang direstui ”Pak Lurah” ataukah harus mengorbankan basis dukungan NU. Dipastikan jika Cak Imin batal dicapreskan maka suara NU di Indonesia akan terpencar dan tidak terkonsolidasi.

Sementara Prabowo sendiri paham bahwa dirinya kalah berkali-kali di Pilpres karena ketidakmampuannya mengonsolidasikan basis suara Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai basis santri NU.

Jika sudah begini ada calon alternatif muncul untuk mengakomodasi semua kepentingan yakni sosok Gibran Rakabuming.

Putra Jokowi ini potensial pendamping Prabowo, untuk meredam kekecewaan PAN yang notabene mesin politik jaringan Muhammadiyah dan PKB sebagai mesin politik jaringan Nahdlatul Ulama (NU). (*)