Scroll untuk membaca artikel
Kesehatan

Debu Batubara Diprotes Warga, PT GML Klaim Dampak El Nino

31
×

Debu Batubara Diprotes Warga, PT GML Klaim Dampak El Nino

Share this article
PT Global Mahardika Logistik mengklaim debu akibat fenomena el nino sehingga masuk ke pemukiman warga di Kelurahan Way Lunik.

Aktifitas perusahaan batu bara di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Way Lunik, Panjang, BandarLampung di protes warga. selain debu aktifitas penambanggan batu bara memicu penyakit sesak nafas, batuk dan ispa.

Menyikapi hal tersebut, Komisi III DPRD Bandarlampung meminta pihak Pemkot Bandarlampung dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup mengakomodir keluhan warga dan turun ke lokasi memeriksa izin dan kondisi.

Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta menjelaskan, pihaknya segera memanggil pihak dari PT Global Medical Logistik. Sementara pemkot bandarlampung diminta memeriksa kelengkapan izin dan berkas.

Komisi III segera akan memanggil pihak perusahaan dan meminta pihak pemerintah kota dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup untuk turun mengecek ke lokasi dan memeriksa kelengkapan izin dan berkas,” jelasnya (31/8).

sementara Afi warga sekitar menilai debu batu bara mengotori rumah dan banyak keluhan warga mengalami gangguan kesehatan.

“Rumah jadi hitam semua, perabotan rumah tangga juga kotor karena debu,” kata Afi.

Sementara itu, PT Global Mahardika Logistik mengklaim debu akibat fenomena el nino sehingga masuk ke pemukiman warga di Kelurahan Way Lunik.

Herry Pedro Human Source Environment PT GML mengatakan  angin kencang dan hujan tak kunjung datang membuat debu-debu makin masif beterbangan di area pemukiman warga.

“Debu batu bara stockpile  diakibatkan karna adanya el nino. Angin yang lebih kencang dan hujan tak kunjung datang membuat debu-debu makin masif beterbangan di areal pemukiman warga. Kami telah mengantisipasi penyebaran debu dengan cara  melakukan penyiraman di areal stockpile setiap hari serta  pemasangan waring setinggi 10 meter,” ujar Herry Pedro.

Diketahui terakhir stockpile PT GML memiliki konsensi lahan seluas 3,5 hektare telah mengantungi izin dari KLH yakni  izin Stok Pile dan UKL UPL.(*)