Scroll untuk membaca artikel
Religi

Abah dan Umi Ponpes Riyadhus Sholihin, Anakmu Lulus Bintara TNI AD Angkatan 31

40
×

Abah dan Umi Ponpes Riyadhus Sholihin, Anakmu Lulus Bintara TNI AD Angkatan 31

Share this article
SUKSES : Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain saat video call bersama santri yatim bernama Farhan yang diterima Bintara ASD angkatan 31. (Foto Ponpes Riyadhus Sholihin)

KABAR baik datang dari Pondok Pesantren Ponpes Riyadhus Sholihin Nur Rahmah, Kota Bandarlampung. Salah satu santrinya, Farhan baru saja mengabarkan jika dirinya dinyatakan lolos dalam seleksi Bintara TNI Angkatan Darat angkatan 31.

Dengan suara tercekat karena tangis haru, Farhan menghubungi Pimpinan Ponpes khusus Yatim Piatu, dhuafa, dan Tahfidz Quran KH Ismail Zulkranain, S.H. Melalui sambungan video call, Farhan menyampaikan kabar baik jika dirinya diterima menjadi Bintara TNI AD, pada Jumat 1 September 2023.

”Kamu lulus nak, Alhamdulillah. Ayah kamu bangga, di alam kubur melihat kamu lulus (TNI AD) ya,” kata Ismail Zulkarnanin yang akrab di sapa Abah.

Abah juga menyatakan sangat bangga atas keberhasilan Farhan diterima Bintara AD dari jalur santri. Santri yatim asal Way Kanan ini sejak kelas 2 sekolah dasar sudah ditinggal ayahnya. Selanjutnya dia meneruskan pendidikan di Ponpos Riyadhus Sholihin.

”Abah bangga dah, semangat belajar, istiqomah. Langsung pendidikan di Bandung ya. Nanti, waktu pelantikan wisuda Abah datang,” jelasnya.

”Prajurit, bawa nama baik santri ya,” pungkas Abah.

Farhan merupakan santri ke-16 yang mampu mengejar mimpinya menjadi tentara. Belasan rekan dan alumni santri Ponpes Riyadhus Sholihin sudah lebih awal diterima menjadi prajurit di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan juga Kepolisian.

”Alhamdulillah, kita fasilitasi anak-anak untuk menggapai cita-citanya. Kita arahkan melalui jalur santri agar diterima di lembaga baik TNI dan Polisi yang mereka cita-citakan,” ujar Abah.

Sebagian lulusan pondok juga difasilitasi untuk menempuh pendidikan tinggi. Ada yang diterima di Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dan Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN).

”Melalui program bidik misi dari pemerintah, banyak santri kuliah di IIB Darmajaya, dan Universitas Mitra. Setelah lulus, kini banyak yang sudah bekerja,” tandasnya.

Ismail Zulkarnain adalah Ayah Bagi Ratusan Santri Yatim