Scroll untuk membaca artikel
Ekonomi

Lapor Pak, Harga Beras di Provinsi Lampung Naik Tajam

11
×

Lapor Pak, Harga Beras di Provinsi Lampung Naik Tajam

Share this article
BERAS MAHAL : Bulog dan kepala daerah jangan berdiam diri saja melihat harga beras meroket. (foto Radar TV)

BANDARLAMPUNG : Informasi ini merupakan sinyal bagi Badan Urusan Logistik dan seluruh kepala daerah di Provinsi Lampung.

Sudah sejak beberapa pekan terakhir, masyarakat miskin di Sai Bumi Ruwa Jurai mengeluhkan kenaikan harga beras. Kenaikan berkisar mulai 20 persen dan tertinggi mencapai 30 persen.

Ini menandakan kondisi perekonomian bangsa sedang tidak baik-baik saja. Dibutuhkan langkah cepat seperti operasi pasar yang tepat sasaran.

Kini, warga dengan strata elit (ekonomi sulit) lebih memilih membeli secara eceran kualitas terendah dengan kadar pecah tinggi, bergabah dan kadang berbabtu.

Toko Sembako Zakir di Jalan Panglima Polem Bandarlampung bahkan menjual beras premium merek Raja Udang ukuran 5 kilogram dijual dengan harga Rp73 ribu atau hingga Rp14.600 perkilogram.

Padahal di sejumlah toko lain masih dijual dengan Rp70 ribu per 5 kilogram atau Rp140 ribu per 10 kg.

Pantauan lain, di pasar tempel Jalan Untung Suropati beras kampung mengalami kenaikan harga dari Rp9.000 naik menjadi Rp12.500/kg.

“Dari dua bulan lalu, beras naik pelan tapi gak pernah turun. Nah sekarang inilah harga sedang tinggi-tingginya,” ujar Dede, salah satu pembeli.

Kenaikan harga beras mencapai 30 persen menyebabkan warga miskin memburu beras kelas terendah. Akibatnya pasokan cepat habis, dan menyisakan beras kelas tinggi.

Lalu untuk, jenis mediun tembus harga Rp 125 ribu per 10 kilogram.

”Memang ada bantuan buat rakyat miskin yang sudah terdata. Nah, bagi yang tak masuk data penerima bantuan, harus pula dipikirkan,” jelas Satria. (*)