Scroll untuk membaca artikel
Utama

Ungkap Penemuan Mayat Tanpa Kepala, Ini Kata Kapolda Lampung

13
×

Ungkap Penemuan Mayat Tanpa Kepala, Ini Kata Kapolda Lampung

Share this article
USUT TUNTAS : Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika memastikan siap usut tuntas kasus TPPO PMI. (Foto Radar TV)

BANDARLAMPUNG : Kepolisian daerah (Polda) Lampung memberi respon positif untuk mengungkap kasus penemuan 4 (empat) mayat tanpa kepala yang ditemukan di pantai Tanggamus dan Lampung Selatan.

Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika menjelaskan pihaknya telah memberi tugas khusus kepada Disaster Victim Identification (DVI)  Ditreskrimum Polda Lampung, secepatnya mengungkap kasus ini.

“Kami tengah berusaha mengungkap penemuan beberapa jenazah yang ditemukan di pesisir pantai,” jelas Kapolda Lampung.

Pihaknya menugaskan tim DVI untuk mengungkap identitas jenazah tersebut, ciri-ciri khusus, perkiraan waktu kematian dan dugaan penyebab kematian.

Mantan Kapolres Lampung Utara ini meminta warga tidak panik dan segera melapor apabila memang ada yang merasa kehilangan keluarganya.

“Jika memang ada masyarakat merasa kehilangan keluarganya silahkan melaporkan untuk bisa dilakukan pencocokan melalui tes DNA,” jelasnya.

Sekadar mengingatkan, dua mayat di pesisir Lampung Selatan di temukan warga hari Rabu 6 September 2023. Mayat pertama di Pantai Penobaan, Tanjung Tua, Lampung Selatan sekitar pukul 9.00 WIB dan kedua di Pantai Dusun Paret Dua, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan malam harinya sekira pukul 21.00 WIB.

Dua mayat ditemukan di pantai Tanggamus. Terbaru di Pantai Karang Bolong, Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus pada Kamis 7 September 2023.

Sebelumya di pertengahan bulan Agustus 2023, jasad seorang laki-laki tanpa kepala juga ditemukan di Pantai Cuku Gayu, oleh warga Kampung Teluk Balak, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus.

Diduga Korban Pembunuhan

Diduga kuat ke empatnya merupakan korban pembunuhan. Modus baru dengan memenggal kepala, dan membuang jasad tanpa kepala di tengah laut, agar cepat membusuk dan tidak mudah dikenali karena tanpa bagian wajah tentunya. Ini persoalan serius, jangan diabaikan oleh kepolisian.

Bisa jadi locus delicti pembunuhan dan lokasi pembuangan tidak dilakukan di teritori laut Lampung. Bisa jadi di perairan Pulau Jawa atau yang lainnya.

”Mentang-mentang tidak dikenali dan tidak ada identitas, kasus ini tak diselidiki dan diungkap,” ujar Marwan, warga Bakauheni.

Sejumlah nelayan memastikan perairan Teluk Lampung baik di Selat Sunda, perairan Tanggamus dan sekitarnya bukanlah lokasi ikan-ikan predator pemangsa manusia. Biasanya ikan jenis hiu atau paus berada di lautan sangat dalam di Samudra. (*)