Kamis 22-10-2026,12:12 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira|
Editor:
Jefri Ardi

Nasi putih yang telah dimasak dan disimpan untuk dikonsumsi kembali menjadi salah satu contoh makanan yang dapat mengalami perubahan struktur pati selama proses pendinginan.–Ilustrasi: Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Nasi putih yang baru matang dan nasi yang sudah didinginkan ternyata dapat memiliki karakteristik pati yang berbeda. Perubahan ini terjadi melalui proses yang disebut retrogradasi, yaitu penyusunan ulang struktur pati ketika makanan yang telah dimasak mulai mendingin.
Proses tersebut dapat meningkatkan jumlah pati resisten, yakni jenis pati yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus. Alih-alih langsung dipecah menjadi glukosa seperti sebagian pati lainnya, pati resisten dapat mencapai usus besar dan difermentasi oleh mikroorganisme yang hidup di dalamnya.
Fenomena ini menjadi perhatian dalam penelitian nutrisi karena berpotensi memengaruhi respons gula darah setelah makan. Temuan tersebut juga menarik karena melibatkan makanan sehari-hari yang mudah dijumpai masyarakat Indonesia.
Apa yang Terjadi pada Pati Saat Nasi Mendingin?
Ketika beras dimasak, panas dan air membuat struktur pati berubah sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Setelah nasi mendingin, sebagian molekul pati kembali tersusun menjadi struktur yang lebih sulit diuraikan oleh enzim pencernaan.
Struktur yang terbentuk melalui proses tersebut dikenal sebagai pati resisten tipe tiga atau resistant starch type 3 (RS3). Jenis pati ini juga dapat ditemukan pada sejumlah makanan bertepung yang telah dimasak lalu didinginkan, seperti kentang dan pasta.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada 2022, peneliti menguji konsumsi nasi yang baru dimasak dan nasi yang didinginkan selama 24 jam pada suhu lemari pendingin, kemudian dipanaskan kembali, terhadap 32 orang dengan diabetes tipe 1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi yang didinginkan menghasilkan respons gula darah yang berbeda dibandingkan nasi yang baru dimasak. Namun, penelitian tersebut memiliki keterbatasan, termasuk jumlah peserta yang relatif kecil dan peningkatan kejadian hipoglikemia pada kelompok yang mengonsumsi nasi dingin dengan dosis insulin standar. Karena itu, hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasi kepada semua orang.
Berpotensi Mendukung Kesehatan Metabolik
Pati resisten berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik karena sebagian darinya difermentasi oleh bakteri usus dan menghasilkan asam lemak rantai pendek. Senyawa tersebut terlibat dalam berbagai proses biologis, termasuk fungsi usus dan metabolisme tubuh.
Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Current Nutrition Reports pada 30 April 2026 juga menemukan bahwa konsumsi pati resisten dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan perbaikan beberapa indikator metabolik, seperti respons gula darah setelah makan dan profil lemak darah.
Meski demikian, hasil penelitian masih beragam, bergantung pada jenis pati, jumlah konsumsi, dan kondisi peserta.
Hal yang perlu dipahami, mendinginkan nasi tidak serta-merta menghilangkan kalori atau menjadikan nasi sebagai makanan rendah kalori.
Perubahan struktur pati juga tidak menggantikan manfaat pola makan seimbang dan konsumsi sumber serat lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












