Kamis 22-10-2026,21:00 WIB
Reporter:
MG – Sarah Wafi Taqiya|
Editor:
Jefri Ardi

ilustrasi main hp -printerst-
RADARTVNEWS.COM – Bekerja di depan komputer, membaca di ponsel, hingga menonton video seharian membuat mata bekerja lebih keras dari biasanya. Jika tidak diimbangi kebiasaan yang tepat, mata bisa lelah, kemerahan, hingga memperburuk gangguan penglihatan seperti mata minus. Kabar baiknya, menjaga kesehatan mata tidak harus rumit. Berikut tiga kegiatan yang paling sering dianjurkan para dokter dan lembaga kesehatan.
1. Terapkan Aturan 20-20-20
Ini kebiasaan yang paling populer. Setiap 20 menit menatap layar atau membaca dari jarak dekat, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik. Dokter spesialis mata, dr Zoraya Ariefia Feranthy SpM, pernah menjelaskan kepada ANTARA bahwa istirahat singkat dengan melihat jauh membantu menjaga mata dari kelainan refraksi, terutama bila terpapar gawai terus-menerus.
Alomedika mencatat aturan ini masih relevan bagi pengguna gawai, dan istirahat singkat yang sering terbukti bermanfaat mengurangi gejala mata lelah akibat layar, meski belum ada kesepakatan baku soal frekuensi dan durasi paling ideal. Agar tidak lupa, pasang alarm tiap 20 menit atau lihat ke luar jendela. Jangan lupa berkedip untuk menjaga kelembapan mata, dan atur jarak pandang. Kemenkes menyarankan jarak mata ke ponsel 40–50 cm dan ke layar komputer 50–60 cm.
2. Cukupi Asupan Makanan Bergizi
Menurut Kemenkes dan paparan dokter di ANTARA, makanan bergizi berperan membantu kemampuan sel retina menangkap cahaya serta menjaga kejernihan media dan lensa mata. Sejumlah sumber kesehatan menyarankan konsumsi sayuran hijau dan makanan sumber vitamin A. Selain itu, tidur yang cukup memberi kesempatan mata beristirahat dan pulih, sedangkan kurang tidur dapat membuat mata lelah dan kering. Hindari merokok karena bahan kimia dalam rokok dapat merusak sel-sel mata.
3. Periksakan Mata Secara Rutin
Kebiasaan ketiga sering diabaikan: pemeriksaan berkala ke dokter mata. Kemenkes mencantumkan pemeriksaan rutin sebagai kiat merawat kesehatan mata, dan Charitas Hospital menekankan pemeriksaan membantu mendeteksi masalah refraksi atau gangguan lain sedini mungkin. Ini penting karena sebagian gangguan tidak langsung terasa, dan faktor genetik tidak bisa dicegah, sedangkan faktor kebiasaan masih bisa dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
antara news.












