Senin 26-10-2026,12:36 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Mahasiswi ITERA Asal Tapanuli Utara Meninggal Dunia, Kisahnya Jadi Pengingat Pentingnya Kesehatan-Postingan Instagram/ig @ruudi_setiawan-Instagram/ig @ruudi_setiawan
RADARTVNEWS.COM — Kabar duka datang dari lingkungan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung. Seorang mahasiswi bernama Cristin, yang berasal dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, Cristin sebelumnya mengalami kecelakaan sepeda motor sekitar satu bulan sebelum meninggal dunia. Saat kejadian, ia diduga menganggap luka yang dialaminya tidak terlalu serius karena tidak terlihat jelas secara kasatmata.
Cristin sempat dibawa ke rumah sakit terdekat setelah kecelakaan. Namun, berdasarkan narasi yang beredar, ia disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, untuk mengetahui kondisi tubuhnya secara lebih menyeluruh.
Diduga Terkendala Biaya Pemeriksaan
Dalam informasi tersebut, Cristin disebut tidak tega meminta tambahan biaya kepada orang tuanya yang tinggal di Tapanuli Utara. Keluarganya dikabarkan memiliki keterbatasan ekonomi sehingga ia memilih menjalani pemulihan di tempat kos dan berharap kondisinya membaik.
Akan tetapi, beberapa hari sebelum meninggal dunia, kondisi Cristin dilaporkan semakin memburuk. Pada Minggu (25/10/2026), ia disebut mengalami sesak napas dan muntah darah.
Melihat kondisi tersebut, teman-temannya segera berupaya membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski demikian, Cristin akhirnya dikabarkan meninggal dunia.
Hingga kini, penyebab medis kematiannya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang beredar. Kepastian mengenai hubungan antara kecelakaan yang dialaminya dan kondisi kesehatannya memerlukan keterangan medis yang terverifikasi.
Teman-teman Berupaya Membantu Pemulangan Jenazah
Setelah kabar duka tersebut, muncul persoalan lain yang harus dihadapi, yakni biaya pemulangan jenazah Cristin ke kampung halamannya di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, biaya transportasi udara diperkirakan mencapai Rp20 juta, sedangkan keluarga disebut mengalami keterbatasan untuk menanggung biaya tersebut.
Teman-teman Cristin berupaya mengumpulkan bantuan melalui donasi. Selain itu, alokasi uang kas program studi juga disebut telah diupayakan untuk membantu proses pemulangan jenazah.
Namun, dana yang terkumpul dikabarkan belum mencukupi. Jenazah Cristin akhirnya direncanakan dibawa melalui jalur darat dengan perkiraan perjalanan sekitar tiga hari menuju kampung halamannya.
Pengingat bagi Mahasiswa untuk Memperhatikan Kesehatan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @ruudi_setiawan












