Rabu 28-10-2026,21:08 WIB
Reporter:
MG – Rahma Chaliva Chairunisa|
Editor:
Jefri Ardi

Aksi demo mahasiswa pada 28 Oktober 2026 di Bundaran HI, Jakarta, berlangsung ricuh saat massa masih bertahan di lokasi untuk menyampaikan aspirasi.–
RADARTVNEWS.COM – Situasi aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, masih menjadi perhatian pada Rabu (28/10/2026) petang.
Sejumlah pekerja kantoran terlihat memberikan dukungan kepada mahasiswa agar akses menuju Bundaran HI dibuka.
Berdasarkan pantauan situasi di depan gedung UOB pada pukul 18.32 WIB, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi.
Barikade lapisan pertama saat ini dijaga oleh sejumlah personel polisi wanita (Polwan).
Pengamanan tersebut berlangsung di tengah aksi demonstrasi yang masih berjalan.
Kehadiran pekerja kantoran yang memberikan dukungan kepada mahasiswa turut menjadi bagian dari dinamika situasi di sekitar lokasi aksi.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @juanardya, terlihat situasi di sekitar lokasi demonstrasi dalam kondisi ricuh.
Suara riuh terdengar di tengah kerumunan massa yang berada di lokasi aksi.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut diimbau untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.
BACA JUGA:Demo 28 Oktober, Ini Deretan Artis yang Turun ke Jalan Kawasan Bundaran HI
Bawa Lima Tuntutan
Dalam aksi demonstrasi pada Rabu (28/10/2026), massa menyuarakan lima tuntutan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, pengelolaan anggaran negara, pendidikan, penegakan hukum, serta hak asasi manusia (HAM).
1. Penanganan bencana dan tata kelola lahan: Massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, serta menuntaskan persoalan tata kelola lahan.
2. Anggaran negara yang berpihak kepada rakyat: Massa meminta pemerintah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Mereka juga menyoroti penggunaan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dinilai perlu dievaluasi agar tidak membebani anggaran negara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @juanardya












