Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Mengapa Banyak Orang Menganggap Anabul Bagian dari Keluarga? Ini Penjelasan dari Sisi Emosional

×

Mengapa Banyak Orang Menganggap Anabul Bagian dari Keluarga? Ini Penjelasan dari Sisi Emosional

Share this article


Mengapa Banyak Orang Menganggap Anabul Bagian dari Keluarga? Ini Penjelasan dari Sisi Emosional




Gambar ilustrasi-Generated image -Chat GPT

RADARTVNEWS.COM – Bagi sebagian orang, kepulangan ke rumah bukan hanya tentang bertemu anggota keluarga, tetapi juga disambut gonggongan anjing atau tingkah lucu kucing kesayangan. Kehadiran hewan peliharaan yang kerap disebut anak bulu (anabul) ini bahkan membuat banyak pemilik menempatkan mereka sebagai bagian dari keluarga, bukan sekadar hewan yang dipelihara.

Kedekatan tersebut tidak terbentuk tanpa alasan. Interaksi sehari-hari, seperti memberi makan, mengajak bermain, membelai, hingga menemani waktu istirahat, dapat membangun ikatan emosional antara manusia dan hewan. Hubungan ini juga memberikan pengalaman kedekatan, rasa ditemani, serta kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang.

Dalam kehidupan sehari-hari, anjing dan kucing dapat menjadi teman ketika pemilik menjalani aktivitas yang melelahkan. Kehadiran mereka memberikan ruang interaksi yang berbeda, terutama bagi orang yang menghabiskan banyak waktu di rumah atau merasa membutuhkan teman.

Hubungan antara manusia dan hewan peliharaan juga menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan dan psikologi. Salah satunya melalui studi tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology pada 2022.

Baca Juga :  23 Perkara Kejahatan Kehutanan Terjadi di Bukit Barisan dalam 10 Tahun, 75 Pelaku Terseret Kasus

Penelitian yang dilakukan Benedikt Kretzler, Hans-Helmut König, dan André Hajek tersebut meninjau 24 penelitian mengenai hubungan kepemilikan hewan dengan kesepian dan isolasi sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah penelitian pada orang dewasa menemukan hubungan antara kepemilikan hewan dan tingkat isolasi sosial yang lebih rendah. Namun, hubungan dengan rasa kesepian tidak selalu menunjukkan hasil yang signifikan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa hewan peliharaan berpotensi memberikan dukungan sosial dan emosional melalui hubungan yang terjalin dengan pemiliknya. Meski demikian, manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang.

Ikatan Emosional Tidak Sekadar Memelihara

Anggapan bahwa anabul merupakan bagian dari keluarga juga berkaitan dengan kuatnya ikatan antara pemilik dan hewan. Ketika seseorang terbiasa merawat, mengenali kebiasaan, serta memperhatikan kebutuhan anjing atau kucingnya, hubungan yang terbentuk dapat melampaui aktivitas memelihara biasa.

Hal tersebut turut dibahas dalam penelitian tinjauan sistematis yang diterbitkan jurnal *Animals* pada 2025. Penelitian yang melibatkan 116 studi itu mengkaji hubungan keterikatan terhadap hewan peliharaan dengan kesehatan mental dan kesejahteraan pemilik.

Baca Juga :  Mengenal Girl Math, Logika Belanja Unik yang Bikin Pengeluaran Terasa Lebih Hemat

Hasil kajian menunjukkan temuan yang beragam. Sebagian penelitian menemukan hubungan antara keterikatan yang lebih kuat dengan kesejahteraan yang lebih baik, seperti suasana hati positif dan kepuasan hidup. Namun, penelitian lainnya menemukan hasil yang beragam, bahkan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

Artinya, kedekatan dengan anabul dapat memberikan pengalaman emosional yang positif, tetapi tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari stres, kecemasan, atau masalah kesehatan mental.

Selain memberikan rasa ditemani, aktivitas merawat hewan juga dapat membentuk rutinitas sehari-hari. Memberikan makan, membersihkan tempat tinggal, menjaga kebersihan, serta mengajak anjing berjalan merupakan bentuk tanggung jawab yang membutuhkan perhatian secara konsisten.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas positif pemilik, sekaligus memperkuat hubungan dengan hewan yang dirawat. Namun, kepemilikan anabul juga menuntut kesiapan waktu, biaya, tenaga, dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraannya.

BACA JUGA:Waspada Infeksi dan Rabies, Begini Cara Menangani Gigitan Kucing!

Kasih Sayang Harus Diimbangi Tanggung Jawab

Di balik kedekatan emosional antara manusia dan hewan, terdapat tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. Anjing dan kucing membutuhkan makanan sesuai kebutuhan, lingkungan yang aman, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta perhatian terhadap kondisi fisik dan perilakunya.

Baca Juga :  Pemerintah Tingkatkan 66 RSUD dan Revitalisasi Puskesmas

Pemilik juga perlu memahami bahwa hewan memiliki kebutuhan dan cara berkomunikasi yang berbeda dengan manusia. Memberikan ruang, menjaga kenyamanan, serta tidak memaksakan interaksi menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.

Dengan demikian, menganggap anabul sebagai anggota keluarga bukan hanya tentang memberikan nama, pakaian, atau tempat khusus di rumah. Lebih dari itu, hubungan tersebut tercermin melalui perhatian, kepedulian, dan kesediaan pemilik memenuhi kebutuhan hidup hewan peliharaannya.

Pada akhirnya, kehadiran anjing dan kucing dapat memberikan warna tersendiri dalam kehidupan manusia. Bagi sebagian pemilik, mereka bukan sekadar hewan yang menunggu makanan atau teman bermain, melainkan bagian dari keseharian yang menghadirkan kedekatan, kasih sayang, dan rasa ditemani.

BACA JUGA:Biaya Operasional Anjing K-9 di SCBD Capai Rp15 Juta per Bulan, Ini Rinciannya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kretzler



Source link