Jumat 30-10-2026,23:27 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira |
Editor:
Jefri Ardi

Tradisi Ginum Pengasih masyarakat Dayak Bulusu yang dilakukan dengan menyuguhkan minuman kepada tamu dalam rangkaian pernikahan adat.–Google Image: Diksipro
RADARTVNEWS.COM – Indonesia memiliki beragam tradisi adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya adalah Ginum Pengasih, tradisi masyarakat Suku Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, yang menjadi bagian dari rangkaian pernikahan adat.
Tradisi ini dilakukan dengan menyuguhkan minuman khusus kepada rombongan keluarga mempelai laki-laki sebagai bentuk penghormatan dari keluarga perempuan. Penyajiannya bukan sekadar jamuan, tetapi memiliki makna tersendiri dalam kehidupan sosial dan adat masyarakat setempat.
Sebelum minuman dibagikan, pemangku adat atau anggota keluarga yang telah ditunjuk terlebih dahulu membacakan mantra yang dikenal dengan sebutan ngangkab. Mantra tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Tuhan agar seluruh rangkaian pernikahan berjalan lancar dan keluarga yang menikah dijauhkan dari berbagai bahaya.
Dalam tradisi tersebut, doa juga mengandung harapan agar pasangan pengantin dapat membangun rumah tangga yang rukun dan harmonis. Mantra diwariskan secara turun-temurun dan menggunakan bahasa Dayak Bulusu serta bahasa Indonesia agar dapat dipahami oleh tamu dari luar daerah.
Rangkaian pernikahan kemudian berlanjut ke prosesi pegurungan, yaitu makan bersama kedua mempelai dan keluarga. Dalam kegiatan tersebut, kedua pengantin mengenakan pakaian adat dan duduk di atas gong, sementara makanan disajikan untuk dinikmati bersama.
Melalui Ginum Pengasih, masyarakat Dayak Bulusu tidak hanya mempertahankan tradisi pernikahan, tetapi juga menjaga nilai penghormatan terhadap tamu, kebersamaan keluarga, serta doa bagi kehidupan rumah tangga generasi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












