Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Prancis Siaga Penuh Saat Halloween, 70 Ribu Personel Dikerahkan Antisipasi Kerusuhan

×

Prancis Siaga Penuh Saat Halloween, 70 Ribu Personel Dikerahkan Antisipasi Kerusuhan

Share this article


Prancis Siaga Penuh Saat Halloween, 70 Ribu Personel Dikerahkan Antisipasi Kerusuhan




Prancis siaga penuh saat Halloween 2026–

RADARTVNEWS.COM – Prancis meningkatkan pengamanan di berbagai wilayah pada Sabtu (31/10/2026), bertepatan dengan perayaan Halloween dan rencana demonstrasi nasional. Sebanyak 70.000 polisi dan gendarmerie dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan serta menjaga ketertiban umum.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut 31 Oktober sebagai hari dengan risiko tinggi terhadap ketertiban publik. Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar seruan di media sosial yang mengajak masyarakat menggelar aksi pada malam Halloween, termasuk seruan bernuansa kekerasan dan revolusi.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Warna, Ini Beragam Manfaat Buah Merah, Kuning, Hijau hingga Ungu bagi Tubuh

Pengerahan personel keamanan dilakukan untuk mencegah terulangnya kerusuhan yang terjadi pada 17 Oktober. Saat itu, sejumlah kota di Prancis mengalami bentrokan, penjarahan, dan perusakan fasilitas umum maupun pertokoan.

Dilansir dari Kompas.com dan sejumlah media internasional, demonstrasi kali ini melibatkan kelompok serikat pekerja, mahasiswa, pelajar, serta pendukung gerakan Yellow Vest. Aksi tersebut berangkat dari tuntutan terkait kenaikan biaya hidup, kondisi layanan publik, serta persoalan pendidikan.

BACA JUGA:Patung Merlion Singapura Ditutup 3 Hari, Ini Alternatif Spot Foto bagi Wisatawan

Pemerintah menyatakan demonstrasi yang telah mendapat izin tetap dapat berlangsung dengan pengamanan. Namun, sejumlah aksi di pusat kota dibatasi karena dinilai memiliki risiko gangguan keamanan.

Baca Juga :  Sering Lelah Meski Cukup Istirahat? Kenali Tanda Kekurangan Zat Besi

Nuñez juga memperingatkan masyarakat agar tidak menggunakan perayaan Halloween sebagai alasan untuk menyembunyikan identitas saat melakukan tindakan melanggar hukum. Penggunaan masker untuk menutupi wajah dalam demonstrasi yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dapat berujung pada tindakan hukum.

Di Paris, aparat keamanan turut menerapkan pembatasan di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami kerusuhan. Beberapa wilayah diberlakukan jam malam, sementara pengamanan diperkuat di pusat kota, stasiun, dan jalur transportasi.

Pemerintah Prancis juga menyiapkan berbagai sarana pengamanan, termasuk kendaraan lapis baja, meriam air, drone, helikopter, serta unit berkuda dan anjing pelacak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi yang berlangsung hingga malam hari.

Baca Juga :  Kasus Darurat Militer, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati

Di sisi lain, kelompok serikat pekerja dan mahasiswa tetap menyuarakan tuntutan mereka. Mereka menilai persoalan biaya hidup dan kondisi layanan publik belum mendapat penyelesaian yang memadai.

Situasi keamanan di Prancis menjadi perhatian karena demonstrasi kali ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik menjelang pemilihan presiden pada 2027. Pemerintah menyatakan pengamanan dilakukan untuk mencegah kekerasan, sekaligus tetap menjaga hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui aksi yang sah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kompas.com



Source link