Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Terjepit Dua Generasi Ketika Anak Muda Indonesia Menggantungkan Asa pada Frugal Living

×

Terjepit Dua Generasi Ketika Anak Muda Indonesia Menggantungkan Asa pada Frugal Living

Share this article


Terjepit Dua Generasi Ketika Anak Muda Indonesia Menggantungkan Asa pada Frugal Living




Pemandangan Kalangan Muda Menjalani Frugal Living Bukanlagi sebagai Tren Melainkan Cara Bertahan Hidup-foto : by @antonn.sky-radartv.disway.id

RADARTVNEWS.COM – Di balik riuh tren gaya hidup minimalis yang wira-wiri di media sosial, ada realitas pahit yang tengah dihadapi jutaan anak muda di Indonesia. Gaya hidup hemat ekstrem atau frugal living bukan lagi sekadar pilihan estetika atau eksperimen finansial akhir bulan, melainkan strategi bertahan hidup bagi mereka yang berada di posisi sandwich generation. Generasi yang harus membiayai orang tua sekaligus menanggung kebutuhan keluarga kecilnya.

Fenomena ini kian menjadi sorotan publik seiring meningkatnya biaya hidup di kawasan perkotaan dan ketidakpastian kondisi ekonomi global. Beban finansial ganda yang dipikul usia produktif kini beriringan dengan isu kesehatan mental.

Baca Juga :  Wamenhaj Luruskan Usulan Petugas Haji Nonmuslim Khusus Bidang Teknis, MUI Beri Catatan

Frugal Living Bukan Sekadar Tren, tapi Kebutuhan

Bagi Sebagian besar anak muda, memangkas pengeluaran harian hingga batas minimum bukan lagi perihal menabung untuk liburan mewah. Kebiasaan membawa bekal dari rumah, menunda pembelian barang kebutuhan, hingga mengalihkan hiburan ke ruang publik gratis dilakukan demi satu tujuan yaitu menjaga keuangan untuk keluarga tetap stabil.

“Setiap bulan gaji saya langsung terbagi tiga: untuk orang tua di kampung, operasional rumah tangga sendiri, dan sisanya yang sangat tipis untuk dana darurat,” ujar Rendy (28), seorang pekerja kreatif di kawasan Jakarta Selatan. “Tanpa frugal living, saya tidak punya bantalan finansial sama sekali jika ada kebutuhan mendadak.”

Data survei literasi keuangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan uang meningkat pesat. Platform investasi digital dan konten edukasi finansial di media sosial menjadi bahan bakar utama yang mendorong gerakan “pemutusan rantai” ketergantungan finansial antar-generasi.

Baca Juga :  Kongkalikong Proyek Uang Hutangan, Sssttt...Dari Bos LUNG Konoha hingga Juragan Split di Balik Panggung?

Harga Diri dan Tekanan Mental

Namun, penghematan ketat ini tidak datang tanpa konsekuensi. Sisi lain dari dinamika ini adalah meningkatnya angka stress dan masalah kesehatan mental di kalangan pekerja muda.

Keharusan untuk selalu menahan diri dari konsumsi pribadi, ditambah tuntutan emosional dari dua generasi, menciptakan rasa lelah yang berkepanjangan. Banyak anak muda mulai berani membuka suara di media sosial mengenai batas dengan keluarga, sebuah topik yang dahulu dianggap tabu dalam budaya timur yang menjunjung tinggi bakti kepada orang tua.

Psikolog klinis menilai bahwa narasi sandwich generation saat ini telah bergeser dari yang sekadar masalah angka di saldo rekening menjadi isu kesejahteraan psikologis dan mental. Kemampuan mengelola stres dan komunikasi yang transparan antar-anggota keluarga kini dianggap sama pentingnya dengan perencanaan portofolio investasi.

Baca Juga :  Kemenpora gandeng Bank Himbara Edukasi Keuangan bagi Atlet

Menuju Keseimbangan Baru

Meskipun tantangan yang dihadapi tidak ringan, tren ini memicu kesadaran kolektif yang positif. Generasi muda Indonesia kini lebih proaktif dalam merancang masa depan keuangan mereka agar anak dan cucu mereka kelak tidak mengalami nasib serupa.

Frugal living pada akhirnya menjadi instrumen perjuangan, sebuah upaya sadar untuk memutus siklus kerentanan finansial dan kemiskinan struktural, sembari terus mencari titik temu antara rasa bakti pada orang tua dan hak untuk membahagiakan diri atas kerja keras sendiri.

perjuangan sandwich generation di Indonesia yang mengadopsi frugal living bukan sebagai tren, melainkan strategi bertahan hidup demi memutus rantai beban finansial keluarga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

radartvnews.com



Source link