Minggu 08-11-2026,06:41 WIB
Reporter:
MG – Sarah Wafi Taqiya|
Editor:
Jefri Ardi

alvin tedjo–
RADARTVNEWS.COM – Seorang politisi berdarah Indonesia, Alvin Tedjo, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada. Ia memenangi pemilihan pada Senin (26/10/2026) dan mengalahkan Wali Kota petahana Carolyn Parrish serta mantan Wali Kota Bonnie Crombie dalam persaingan yang disorot media setempat.
Berdasarkan hasil resmi kota yang dirangkum situs data pemilu, Alvin memperoleh 74.479 suara atau 39,2 persen. Carolyn Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara (27,3 persen), disusul Bonnie Crombie dengan 43.191 suara (22,7 persen). Selisih Alvin dari Parrish mencapai 22.626 suara.
Kemenangan ini dinilai sebagai kejutan. Toronto Life menulis bahwa beberapa survei menjelang hari pemilihan sempat menempatkan Crombie unggul. Dalam pidato kemenangannya, Alvin berkata, “Mississauga has voted for change.” Ia juga menyebut hampir 40 persen pemilih yang berhak memberikan suara datang ke tempat pemungutan suara, hampir dua kali lipat dibanding sekitar 21 persen pada 2022.
Alvin sebelumnya pernah mencalonkan diri dalam pemilihan sela Wali Kota pada Juni 2024, tetapi kalah dari Parrish. Saat itu ia meraih 35.005 suara atau sekitar 25 persen, sedangkan Parrish memperoleh 43.494 suara. Pada 2026, ia kembali maju dan kali ini berhasil.
Menurut unggahan akun Instagram Kampung Inggris LC yang menjadi sumber informasi ini, Alvin berdarah Indonesia dan tumbuh besar di Mississauga sejak usia empat tahun. Sejak SMA, ia aktif berorganisasi dan mengembangkan jiwa kepemimpinannya. Ia menempuh studi di Queen’s University dan Harvard Extension School. Pada 2022, ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga mewakili Ward 2, wilayah yang mencakup Clarkson dan Lorne Park.
Dewan kota yang baru terpilih dijadwalkan memulai masa tugas pada 15 November 2026. Pada tanggal itu, Alvin akan menggantikan Parrish sebagai Wali Kota. Parrish disebut mengucapkan selamat dan menawarkan dukungan bagi penerusnya.
Akun Kampung Inggris LC mengaitkan perjalanan Alvin dengan pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal meraih kesempatan yang lebih besar. Terlepas dari sudut pandang itu, kisah Alvin menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir cerita. Setelah kalah pada 2024, ia kembali dan menang dua tahun kemudian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @kampunginggrislc












