Scroll untuk membaca artikel
Pesisir BaratWisata Lampung

PM2KT MERAWAT TRADISI & MELESTARIKAN ADAT BUDAYA PESISIR : Kebulung, Kearifan Lokal Mencari Daun Dari Pesisir Barat

25
×

PM2KT MERAWAT TRADISI & MELESTARIKAN ADAT BUDAYA PESISIR : Kebulung, Kearifan Lokal Mencari Daun Dari Pesisir Barat

Share this article
MERAWAT KEARIFAN LOKAL : Kebulung, sebuah prosesi tradisi leluhur, gotong royong mencari daun asli Pesisir Barat yang masih terawat hingga kini.

RADARTVNEWS.COM : Para Muli Meghanai Di Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, memiliki tradisi unik mencari daun pisang dan daun rilek, secara begotong royong.

Warisan leluhur ini terus dilestarikan pemuda setempat saat ada acara tradisional, yang membutuhkan daun banyak. Mulai dari resepsi pernikahan, hajatan lainnya  hingga acara kematian.

Kebulung adalah salah satu nilai nilai kearifan lokal milik warga Pesisir Barat, yang masih dilestarikan oleh pemuda pemudi di Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisit Selatan.

Kebulung yakni suatu aktifitas mencari daun secara bergotong royong di kawasan hutan yang ada di sekitar kawasan pekon.

Belum lama ini, muda mudi yang bernaung di bawah panji Persatuan Muli Meghanai Kerbang Tinggi atau PM2KT, bahu membahu melakukan kebulung.

 

Kebulung dilakukan untuk membantu prosesi membuat pembungkus selimpok atau kueh pada H-1 guwai atau acara meninggalnya Tamong Dulai, salah satu tokoh di sana.

Daun yang mereka cari daun pisang dan daun rilek. Jarak yang ditempuh cukup jauh. Awalnya mereka mengendarai sepeda motor hingga ujung jalan desa.

Selanjutnya, mereka harus berjalan kaki, lantaran medan tidak mungkin lagi dilintasi kendaraan. Para pemuda melintasi perkebunan, sawah, hingga sungai yang belum memiliki jembatan. Setelah itu, mereka mendapati hutan yang masih terdapat pohon pisang tanaman rilek.

Al Amin Kepala Bujang atau Ketua PM2KT menjelaskan kegiatan Kebulung atau mencari daun merupakan salah satu warisan adat Lampung Pesisir Barat, yang sudah turun temurun dari nenek moyang.  Tradisi ini tidak ditemukan di daerah lain di wilayah Provinsi Lampung lainnya.

 

Kegiatan ini memiliki makna mendalam, yakni persatuan dan gotong royong bahu membahu membantu masyarakat yang sedang menggelar prosesi adat atau saat sedang tertimpa duka. (tim liputan : saypudin for Radar Lampung TV)