Scroll untuk membaca artikel
Utama

Fantastis, Utang Pinjol Warga Lampung Hampir Rp1 Triliun

10
×

Fantastis, Utang Pinjol Warga Lampung Hampir Rp1 Triliun

Share this article

”Terjadi peningkatan cukup signifikan, bulan Mei 2022 outstanding pinjaman tercatat Rp 569,51 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 820,54 miliar pada bulan Mei 2023," kata Bambang Hermanto, belum lama ini.

WASPADA : Masyarakat harus lebih bijak tidak terlibat pinjaman online yang mengandung riba. (Foto Ilustrasi BETV)

BANDARLAMPUNG : Beban hidup, gaya hidup dan tawaran instan mendapatkan fresh money menjadi jalan pintas warga di Provinsi Lampung cepat memutuskan untuk klik aplikasi pinjaman online (pinjol). Nilainya fantastis, hingga Mei 2023, total outstanding pinjaman online di Lampung mencapai Rp 820,54 miliar dan diperkirakan tembus 1 triliun rupiah, hingga Juli ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat terjadi peningkatan cukup signifikan masyarakat mengajukan Fintech Lending atau akrab dikenal pinjol.

Dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif mencapai 332.322 entitas, menempatkan Provinsi Lampung masuk urutan ke-9 dari daftar provinsi se-Indonesia dengan nilai pinjol terbanyak.

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto mengatakan, secara year on year (yoy) ada peningkatan sekitar Rp 251,03 miliar atau 44 persen dari data pinjol periode bulan Mei tahun 2022.

”Terjadi peningkatan cukup signifikan, bulan Mei 2022 outstanding pinjaman tercatat Rp 569,51 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 820,54 miliar pada bulan Mei 2023,” kata Bambang Hermanto, kepada Radar TV Jumat 7 Juli 2023.

Tak hanya nilai pinjol mengalami peningkatan, jumlah masyarakat terlibat pinjol juga mengalami peningkatan dalam kurun waktu satu tahun.

“Bulan Mei 2022, jumlah rekening penerima pinjaman aktif itu sebesar 265.860 entitas, naik 66.472 entitas atau 25 persen, sehingga bulan Mei 2023 menjadi 332.322 entitas,” paparnya.

Meski ada peningkatan, namun Bambang mengungkapkan, tingkat TWP90 di Lampung masih berada batas terkendali karena masih berada di bawah angka nasional.

TWP90 merupakan istilah tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

“Data per bulan Mei 2023 TWP90 di Lampung berada di angka 2,58 persen, masih berada di bawah TWP90 nasional di angka 3,36 persen,” ungkapnya.

Diketahui, OJK Pusat merilis daerah dengan nilai pinjaman online terbanyak berada di Jawa Barat dengan nilai outstanding pinjaman mencapai Rp 13,8 triliun.

Kemudian, di urutan kedua yakni DKI Jakarta dengan nilai outstanding pinjaman mencapai Rp 10,5 triliun. Sementara, Lampung berada pada urutan kesembilan. (*)