Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Beraksi Di Lampung, Bromocorah Spesialias Bobol ATM Rp3 M Ini Diringkus Di Sumatra Utara

48
×

Beraksi Di Lampung, Bromocorah Spesialias Bobol ATM Rp3 M Ini Diringkus Di Sumatra Utara

Share this article
UNGKAP KASUS : Konferensi pers penangkapan perampok spesialis bobol ATM lintas provinsi di Sumatra. (Foto Net)

MEDAN : Sepak terjang lima sekawan bromocorah spesialias pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) ini terkenal di Pulau Andalas. Bayangkan ada 15 tempat kejadian perkara (TKP) pembobolan ATM dari ujung Selatan Sumatra hingga Sumatra Utara .

Komplotan ini terdiri dari M. Pol Agusli, Arya Hermansyah, Indra Putra, Antoni Silitonga dan Landi Messa. Empat nama pertama adalah bromocorah alumni Lapas II Bangkinang, Riau.

Mereka beraksi mulai dari Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatra Barat, Riau dan Sumatra Utara.Dari 15 TKP pembobolan ATM, komplotan yang terkenal licin dan terorganisir ini sudah mengumpulkan uang tunai Rp3 miliar.

Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap jaringan pembobol ATM di enam provinsi. Kawanan ini diamankan atas dua laporan pembobolan ATM di Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Batu Bara. Dari dua TKP ini, mereka memperoleh hasil Rp 380 juta.

”Modus komplotan ini membobol, merusak, membongkar, dan mengambil uangnya. Sudah lebih 3 miliar rupiah uang diambil dari 15 TKP ini. Mereka beroperasi sejak 2020, sudah tiga tahun,” kata Irjen Agung saat konferensi pers di Polda Sumut.

Modus yang dilakukan komplotan ini adalah bergerak keliling mencari lokasi ATM yang sepi. Setelah survei beberapa kali, dan mengetahui jam sepi. Lantas mereka bergerak, menuju sasaran.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono menjelaskan kelima perampok ini memiliki tugas berbeda. Ada yang bertugas berjaga-jaga memantau kondisi sekeliling, sekaligus menghalau jika ada warga yang mendekat.

Kemudian ada yang menyemprotkan cat semprot ke CCTV dengan tujuan agar aksi tak diketahui. Dua orang lainnya membongkar mesin ATM menggunakan las. Terakhir ada eksekutor, yang membawa uang dalam mesin menuju mobil

”Para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Ada sebagai eksekutor, tim survei ATM, tukang las, tukang semprot CCTV,” jelasnya.