Scroll untuk membaca artikel
Politik

PDIP Pastikan Tayangan Azan Ganjar Pranowo Di TV Nasional Bukan Politik Identitas

16
×

PDIP Pastikan Tayangan Azan Ganjar Pranowo Di TV Nasional Bukan Politik Identitas

Share this article
POLITIK IDENTITAS : (Foto Tangkap Layar)

JAKARTA – Bawaslu dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dinilai kecolongan melaksankan fungsi pengawasan penyiaran. Baru baru ini publik dikejutkan dengan munculnya sosok bacapres yang diusung PDI Perjuangan, Partai Persatuan Indonesia, Partai Hanura dan Perindo, dalam tayangan azan di sejumlah televisi nasional milik Ketua Umum Perindro Hary Tanoe Soedibyo.

Ganjar Pranowo muncul secara jelas dalam tayangan azan penanda masuknya waktu salat. Dalam tayangan setting-an itu, diawali dengan view pemandangan alam Indonesia.

Lantas Ganjar muncul menyambut jemaah yang akan salat di salah satu masjid. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengenakan koko berwarna putih, peci hitam dan sarung batik. Dengan semringah, Ganjar menyalami dan menyilahkan jemaah untuk masuk ke masjid.

Set berikutnya adalah Ganjar muncul saat sedang melakukan wudu. Kemudian terdapat prosesi Ganjar menunaikan salat, duduk di saf depan sebagai makmum.

Atas viralnya video ini, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto membantah jika tayangan azan itu adalah politik identitas. Disebutkanya Ganjar Pranowo merupakan sosok religius dan sopan.

“Bukan politik identitas, karena dari sisi Pak Ganjar Pranowo ini kan sosok yang religius tidak dibuat-buat, istrinya Bu Siti Atiqoh dari kalangan pesantren, menampilkan kehidupan spritualitas cermin sebagai manusia bertakwa kepada Tuhan, bukan sesuatu yang dibuat-buat,” kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 9 September 2023.

Dipastikannya nilai ketataan agama terlihat sejak zaman mahasiswa. Selain itu juga merupakan sosok yang baik, santun, dan merakyat.

”Itu tidak dibuat-buat itu sesuatu original, keluar dari Pak Ganjar Pranowo,” imbuhnya.

Komentar Netizen

Tayangan itu jelas politik identitas. Diksi politik identitas adalah adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut.

Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya.

Politik identitas, menurut Abdillah (2002) merupakan politik yang fokus utama kajian dan permasalahannya menyangkut perbedaan-perbedaan yang didasarkan atas asumsi-asumsi fisik tubuh, politik etnisitas atau primordialisme, dan pertentangan agama, kepercayaan, atau bahasa.

Kemunculan bacapres Ganjar Pranowo ini mendapat komentar beragam.

”Dulu ngolok2 suara azan sekarang pake azan buat naikin popularitas. Biar kelihatan soleh. Ada model orang kayak gini ya…Norak,’’

”Si ganjar masuk di azan maghrib rcti….HT masukin promonya dapat juga dari azan maghrib coy… masalahnya pendukungnya yg koar2 politik identitas pada kemana sekarang. Pasca masuknya ganzar di azan maghrib?? pada mingkem

“Ciee yang udah nongol aja di RCTI pas azan Maghrib. Katanya nggak mau politik identitas,” tulis akun lain.

“Ganjar Pranowo di azan Maghrib RCTI nih guys, bukan politik identitas?” tulis warganet.

Bahkan, ada netizen yang menyoal kembali janji soal tidak akan ‘bermain’ dengan politik identitas. (*)