Scroll untuk membaca artikel
Ekonomi

Kesuksesan Implementasi Manajemen Keuangan Syariah pada Perusahaan Berskala Kecil dan Institusi Keuangan

71
×

Kesuksesan Implementasi Manajemen Keuangan Syariah pada Perusahaan Berskala Kecil dan Institusi Keuangan

Share this article

Oleh: Athaya Aqilla

Mahasiswa Prog studi Akuntansi Syariah
FEB UIN Lampung

NPM 2151030127
kls F
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Manajemen keuangan syariah adalah pengelolaan keuangan yang mengikuti prinsip-prinsip syariah Islam. Prinsip dasar manajemen keuangan syariah adalah larangan untuk melakukan riba (bunga), gharar (ketidakpastian), maysir (judi), dan haram (dilarang) dalam investasi atau kegiatan keuangan. Dalam manajemen keuangan syariah, pengambilan keputusan investasi didasarkan pada prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan bersama. Hal ini mendorong pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat. Manajemen keuangan syariah juga mencakup praktik-praktik keuangan yang sesuai dengan hukum syariah, seperti zakat (sumbangan keagamaan), wakaf (donasi keagamaan), mudharabah (kerja sama usaha), dan musharakah (kerja sama modal). Dengan demikian, manajemen keuangan syariah tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menghormati nilai-nilai agama dan etika yang diyakini oleh umat Islam.

Pentingnya implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan

Implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan memiliki latar belakang penting karena adanya tuntutan untuk memenuhi prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan bisnis. Prinsip-prinsip syariah pada dasarnya mengajarkan pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, adil, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Dalam konteks perusahaan skala kecil, implementasi manajemen keuangan syariah dapat membantu pemilik usaha untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan instrumen-instrumen keuangan syariah yang lebih menguntungkan daripada instrumen konvensional, seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Dengan menggunakan instrumen keuangan syariah, perusahaan skala kecil dapat memperoleh dana dengan cara yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Sementara itu, institusi keuangan juga perlu mengimplementasikan manajemen keuangan syariah karena adanya permintaan dari konsumen untuk produk-produk keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pasar yang potensial untuk produk-produk keuangan syariah. Selain itu, implementasi manajemen keuangan syariah juga dapat membantu institusi keuangan untuk meminimalisir risiko dan memastikan keberlanjutan usaha.Dengan demikian, implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan merupakan sebuah langkah yang penting untuk memenuhi tuntutan pasar dan prinsip-prinsip syariah yang semakin berkembang.

Keunggulan dan Manfaat Manajemen Keuangan Syariah

Manajemen keuangan syariah adalah sebuah pendekatan manajemen keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam. Berikut adalah beberapa prinsip-prinsip manajemen keuangan syariah yang penting: Larangan riba (bunga, Larangan maysir (spekulasi, Prinsip keadilan, Larangan riba dan gharar, Prinsip tanggung jawab sosial, Prinsip akad, Pengelolaan risiko. Prinsip-prinsip ini mendasar dalam manajemen keuangan syariah dan penting untuk diikuti oleh perusahaan atau individu yang ingin mengadopsi pendekatan manajemen keuangan ini.

Keunggulan dan manfaat manajemen keuangan syariah bagi perusahaan skala kecil dan institusi keuangan

Manajemen keuangan syariah memiliki beberapa keunggulan dan manfaat bagi perusahaan skala kecil dan institusi keuangan, antara lain:

Prinsip syariah yang berlandaskan pada keadilan dan kebersamaan Manajemen keuangan syariah berdasarkan prinsip syariah Islam yang menekankan pada keadilan dan kebersamaan. Dalam prinsip ini, keuntungan yang diperoleh perusahaan harus dibagi secara adil antara para pemegang saham dan pihak lain yang terkait. Hal ini berbeda dengan prinsip konvensional yang hanya menekankan pada keuntungan yang paling maksimal untuk pemegang saham. Prinsip ini memungkinkan perusahaan skala kecil dan institusi keuangan untuk tetap berkembang secara sehat dan berkelanjutan, tanpa merugikan pihak lain.

Dukungan dari lembaga keuangan dan lembaga syariah Perusahaan skala kecil dan institusi keuangan yang menerapkan manajemen keuangan syariah dapat memperoleh dukungan dari lembaga keuangan dan lembaga syariah. Hal ini akan membantu perusahaan atau institusi keuangan dalam pengembangan bisnis dan keuangan, serta memberikan jaminan dan perlindungan terhadap risiko keuangan. Pengembangan dan pemanfaatan dana yang lebih transparan Manajemen keuangan syariah mendorong perusahaan skala kecil dan institusi keuangan untuk menggunakan dana secara lebih transparan. Selain itu, manajemen keuangan syariah juga membatasi penggunaan dana pada bisnis atau kegiatan yang sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini dapat menghindarkan perusahaan dari risiko keuangan yang lebih besar dan memperoleh kepercayaan dari pelanggan atau nasabah.

Fokus pada keberlanjutan bisnis Manajemen keuangan syariah mempromosikan prinsip keberlanjutan bisnis yang berkelanjutan dan berkesinambungan dalam jangka panjang. Prinsip ini menekankan pada investasi jangka panjang yang menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan dan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Keamanan investasi yang lebih tinggi Manajemen keuangan syariah menerapkan prinsip-prinsip investasi yang lebih konservatif dan hati-hati, dengan memperhatikan risiko dan potensi pengembalian investasi. Hal ini membuat investasi menjadi lebih aman dan menghindarkan perusahaan dari kerugian yang besar.

Membangun hubungan dengan masyarakat yang lebih baik Perusahaan skala kecil dan institusi keuangan yang menerapkan manajemen keuangan syariah dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat, khususnya masyarakat yang menghargai prinsip-prinsip syariah. Hal ini dapat memperluas jaringan pelanggan atau nasabah, dan meningkatkan reputasi perusahaan atau institusi keuangan.

Faktor-faktor Pendukung Implementasi Manajemen Keuangan Syariah pada Perusahaan Skala Kecil dan Institusi Keuangan

Kesadaran dan pemahaman tentang manajemen keuangan syariah

Manajemen keuangan syariah adalah sistem pengelolaan keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah atau Islam. Prinsip-prinsip ini mencakup larangan riba, spekulasi, perjudian, dan investasi dalam bisnis yang tidak halal. Kesadaran dan pemahaman tentang manajemen keuangan syariah sangat penting bagi orang-orang yang ingin menjalankan bisnis atau mengelola keuangan mereka dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manajemen keuangan syariah, kita dapat mengelola keuangan kita dengan cara yang lebih etis dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini dapat membantu kita mencapai kesuksesan finansial dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Top of Form

Infrastruktur dan sumber daya manusia
Infrastruktur dan sumber daya manusia

(SDM) yang memadai sangat penting dalam manajemen keuangan syariah. Infrastruktur dalam manajemen keuangan syariah meliputi teknologi informasi, sistem, dan prosedur yang digunakan untuk mengelola dana dan transaksi keuangan syariah. Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk memastikan transaksi keuangan syariah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Beberapa infrastruktur yang diperlukan dalam manajemen keuangan syariah antara lain: Sistem informasi akuntansi syariah yang dapat memproses transaksi keuangan syariah secara otomatis, Sistem pengelolaan risiko syariah yang dapat mengidentifikasi dan menangani risiko yang terkait dengan transaksi keuangan syariah, Infrastruktur teknologi yang memadai untuk mengakses data dan informasi mengenai produk keuangan syariah serta kondisi pasar keuangan syariah
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan terlatih dalam manajemen keuangan syariah juga sangat penting. SDM yang memadai akan mampu mengelola dana dan transaksi keuangan syariah dengan baik, memastikan bahwa produk keuangan syariah yang ditawarkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, dan mengidentifikasi dan menangani risiko yang terkait dengan transaksi keuangan syariah. Beberapa kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh SDM yang terlibat dalam manajemen keuangan syariah antara lain: Memahami prinsip-prinsip dan hukum syariah yang terkait dengan keuangan syariah Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai produk keuangan syariah dan pasar keuangan syariah Mampu mengelola dana dan transaksi keuangan syariah dengan baik, Mampu mengidentifikasi dan menangani risiko yang terkait dengan transaksi keuangan syariah, Dalam keseluruhan, infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai akan membantu manajemen keuangan syariah dalam memastikan bahwa transaksi keuangan yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menghindari risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan secara halal dan sesuai prinsip syariah.
Kerjasama dengan lembaga keuangan syariah

Kerjasama dengan lembaga keuangan

syariah dapat menjadi pilihan yang baik untuk individu atau perusahaan yang ingin memperoleh layanan keuangan dengan prinsip-prinsip syariah. Beberapa jenis kerjasama yang dapat dilakukan antara lain: Pembiayaan, Tabungan, Asuransi. Dalam melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan syariah, pastikan untuk memahami prinsip-prinsip syariah yang diterapkan oleh lembaga tersebut dan memilih produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai syariah yang dijunjung.

Regulasi yang mendukung

Regulasi yang mendukung Manajemen Keuangan Syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan bervariasi tergantung pada negara atau wilayah yang bersangkutan. Beberapa regulasi yang umumnya mendukung praktik Manajemen Keuangan Syariah: Undang-Undang Perbankan Syariah, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK):, Sertifikasi Produk Keuangan Syariah: Sertifikasi ini menjamin bahwa produk keuangan syariah yang ditawarkan oleh perusahaan skala kecil atau institusi keuangan memenuhi standar syariah yang ditetapkan oleh badan pengawas keuangan, Pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Pelatihan dan Edukasi, Pengembangan Ekonomi Syariah
Penguatan infrastuktur pendukung institusi keuangan mikro syariah, dilakukan melalui peningkatan ca- pacity building, pembentukan APEX, pembentukan Lembaga penjaminan sim- panan, pengembangan sistem informasi debitur pembiayaan, peningkatan liter- asi keuangan syariah, penerapan aplikasi e-commerce, dan penerapan standar pedoman operasional institusi keuangan mikro syariah. Peningkatan pembinaan dan pengawasan dilakukan melalui pembentukan sistem pelaporan berkala dan sistem informasi nasabah pembiayaan untuk seluruh bentuk institusi keuangan mikro sayriah (baik di bawah OJK maupun Kementerian Koperasi dan UKM), pembentukan/penguatan lembaga pengawas, pembuatan sistem monitoring, dan penerbitan serta harmonisasi regulasi. (KNEKS, 2019)

Kendala dan Tantangan Implementasi Manajemen Keuangan Syariah pada Perusahaan Skala Kecil dan Institusi Keuangan

Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan syariah

Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan syariah dapat mengakibatkan beberapa masalah. Beberapa masalah tersebut antara lain: Risiko keuangan, Kehilangan peluang, Ketidakadilan, Pelanggaran hukum. Untuk menghindari masalah ini, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan syariah. Ini dapat dilakukan dengan belajar dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, seperti buku, seminar, dan konsultan keuangan syariah. Selain itu, penting untuk melakukan penelitian dan melakukan evaluasi yang cermat sebelum melakukan investasi di pasar keuangan syariah.

Kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai

Kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai dapat menjadi kendala dalam pengembangan keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan. beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut:Peningkatan infrastruktur, Pelatihan SDM, Inovasi Serta Dukungan pemerintah dapat mencakup insentif pajak dan pinjaman modal yang lebih mudah dan terjangkau.

Tidak adanya lembaga keuangan syariah yang dapat menjadi mitra kerja

Apabila tidak ada lembaga keuangan syariah yang dapat menjadi mitra kerja Manajemen Keuangan Syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan, maka beberapa opsi yang dapat dilakukan adalah: Mencari lembaga keuangan syariah di luar kota atau daerah yang masih dapat dijangkau, Membuat kerja sama dengan lembaga keuangan non-syariah yang memiliki program keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, Memanfaatkan layanan keuangan digital syariah, Membentuk lembaga keuangan syariah mandiri. Namun, sebelum memilih opsi mana yang akan diambil, Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi perusahaan atau institusi keuangan Anda secara matang. Selain itu, pastikan juga bahwa opsi yang dipilih sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan memiliki keuntungan yang optimal bagi perusahaan atau institusi keuangan Anda.

Regulasi yang belum memadai

Regulasi yang belum memadai dapat menjadi masalah serius dalam manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan. Beberapa hal yang bisa menjadi dampak dari regulasi yang belum memadai antara lain: Ketidakpastian Hukum, Pengawasan yang Kurang Efektif, Tidak Adanya Standar yang Jelas. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan regulator perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan regulasi yang lebih jelas dan memadai bagi industri keuangan syariah. Selain itu, perusahaan dan institusi keuangan syariah juga perlu meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip keuangan syariah dan mengikuti standar internasional dalam praktek keuangan syariah.

Strategi Implementasi Manajemen Keuangan Syariah pada Perusahaan Skala Kecil dan Institusi Keuangan

beberapa strategi Implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan dapat dilakukan dengan, antara lain: Membuat Kebijakan Keuangan Syariah, Menerapkan Pengelolaan Keuangan Syariah secara Komprehensif, Mengadopsi Teknologi Keuangan Syariah, Meningkatkan Pendidikan dan Pelatihan. .Peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan syariah, Peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia, Kerjasama dengan lembaga keuangan syariah, Mengadvokasi regulasi yang mendukung. Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, perusahaan skala kecil dan institusi keuangan dapat mengimplementasikan manajemen keuangan syariah dengan efektif dan efisien.

Contoh perusahaan skala kecil dan institusi keuangan yang sukses menerapkan manajemen keuangan syariah

Dalam dekade terakhir, keuangan syariah telah menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri keuangan global, bahkan melampaui pasar keuangan konvensional. Global Islamic Economic Report (2020) memperkirakan nilai aset keuangan syariah meningkat 13,9% pada 2019, dari $2,52 triliun menjadi $2,88 triliun ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut mulai dari sektor perbankan dengan aset yang tumbuh 15,6% (yoy) pada Mei 2021 dan mencapai Rp 598,2 trilyun, hingga pasar modal syariah yang mencatatkan pertumbuhan investor sebesar 9,3% dalam tiga bulan pertama tahun 2021.

Institusi keuangan mikro syariah yang menjalankan konsep dan spirit BMT diran- cang sebagai lembaga sosial-ekonomi. Dengan menggunakan sumber daya ter- masuk dana atau modal komersial serta dana sosial (zakat-infak-sedekah dan wakaf) dari masyarakat yang kemudian dikelola dan dimanfaatkan untuk mas- yarakat setempat itu sendiri. Institusi keuangan mikro syariah yang menjalank- an konsep dan spirit Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan sebuah lembaga sosial-ekonomi rakyat, yang secara konsep dan pratek lebih fokus kepada masyarakat kelas bawah, nyaris miskin, miskin, sampai masyarakat termiskin (poorest of the poor) melalui bantuan permodalan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan spiritual. Keuangan mikro syariah melaksanakan dua misi double bottom line yaitu pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Ini merupakan pra- syarat minimal bila sebuah institusi keuangan mikro syariah diklasifikasikan melaksanakan konsep dan spirit BMT. Tidak hanya berhenti sampai disitu, keuangan mikro syariah yang komprehensif mengandung misi triple bottom line yaitu pengembangan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan dakwah. Dak- wah yang dimaksud mulai dari amar ma’ruf nahi munkar bagi anggota dan mas- yarakat umum sampai literasi ekonomi dan keuangan syariah. (KNEKS, 2019).

Bank Syariah membantu kemajuan usaha UMKM melalui pembiayaan dengan bagi hasil yang kompetitif dan mendukung perkembangan usaha UMKM melalui program, seperti berkah ramadhan dengan bagi hasil sangat ringan, program akhir tahun juga bagi hasil ringan dan juga membiayai renovasi tempat usaha, pengadaan barang dagangan, dan pengadaan alat maupun sarana dan prasarana untuk usaha. (Maryani & Abidin, 2021). Sejatinya UMKM yang merupakan salah satu penopang perekonomian di Indonesia, Tidak dapat dipungkiri bahwa sistem perekonomian yang ada di Indonesia lebih berpihak pada pelaku usaha besar dan tidak begitu berpihak kepada para pelaku UMKM. Manajemen Keuangan Syariah dapat menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang dimiliki oleh Indonesia, akan tetapi faktanya UMKM sendiri banyak memiliki masalah dalam pengoperasiannya khususnya pada manajemen keuangan. Manajemen keuangan syariah memberikan jalan keluar dalam upaya meningkatkan kualitas usaha para pelaku UMKM di Indonesia di mana UMKM seharusnya dapat mengembangkan diri dengan sistem-sistem yang telah ditentukan oleh syariah dalam pengelolaan keuangannya, mulai dari proses mendapatkan modal yang tidak menyusahkan dan berpihak pada pelaku UMKM dan juga proses pencatatan setiap transakasi yang bertujuan untuk mengetahui segala arus kas yang berjalan pada UMKM itu sendiri. Tujuan dari menerapkan manajemen keuangan syariah adalah untuk memakmurkan para pelaku UMKM dan membantunya mengembangkan usaha yang dimiliki dengan cara- cara yang diridai Allah Salah satunya adalah banyaknya BMT ataupun koperasi syariah yang beroprasi di Indonesia yang memberikan kemudahan, dan segala regulasi yang ada berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah. Hal tersebut merupakan salah satu manfaat yang didapatkan dari menerapkan manajemen keuangan syariah di mana unsur dalam mendapatkan hartanya terdapat nilai-nilai kemanusiaan dan jauh dari sifat kezaliman(Mubayyin & Abdullah, 2021).

Bahkan pada saat terjadinya pandemi Covid 19 membuktikan bahwa akad Murabahah yang berorientasi pada harga pokok dan keuntungan yang diambil dapat dipahami dan diterima oleh konsumen. Demikian pula pada aspek akad salam yang berorientasi pada pengelolaan produk dan bahan yang dijual, akad istishna yang diberikan dan diterima oleh konsumen sebagai suatu kewajaran dan memberikan kepuasan, serta aspek kemaslahatan, yakni perhatian pengelola usaha pada kesejahteraan konsumen dan masyarakat sekitar secara parsial berpengaruh terhadap keunggulan pelaku usaha dalam mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid 19 (Rahman & Usaha, 2023)

Faktor-faktor keberhasilan dan strategi yang digunakan

Manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan membutuhkan beberapa faktor keberhasilan dan strategi yang efektif, di antaranya adalah: Memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip keuangan syariah, Mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan syariah, Menjaga integritas dan transparansi dalam semua transaksi keuangan: Integritas dan transparansi dalam semua transaksi keuangan merupakan prinsip penting dalam keuangan , Melakukan manajemen risiko yang efektif, Meningkatkan kualitas layanan pelanggan, Melakukan inovasi produk dan layanan, Manajemen perusahaan atau institusi keuangan harus melakukan inovasi produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan atau institusi keuangan tersebut. Mengoptimalkan penggunaan teknologi.

Pentingnya implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan

Implementasi manajemen keuangan syariah pada perusahaan skala kecil dan institusi keuangan memiliki beberapa pentingnya, antara lain: Menjamin kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah: Manajemen keuangan syariah memastikan bahwa aktivitas bisnis dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba, spekulasi, dan investasi dalam bisnis yang haram. Dengan demikian, perusahaan skala kecil dan institusi keuangan dapat memastikan bahwa operasi mereka berada dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum syariah.
Meningkatkan kepercayaan pelanggan: Menerapkan prinsip-prinsip syariah pada manajemen keuangan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dalam konteks bisnis, hal ini berarti bahwa pelanggan akan merasa lebih nyaman dalam melakukan transaksi dengan perusahaan yang menerapkan manajemen keuangan syariah, karena mereka tahu bahwa operasi perusahaan berada dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum syariah. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya: Manajemen keuangan syariah juga membantu perusahaan skala kecil dan institusi keuangan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Prinsip-prinsip syariah mendorong penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta mempromosikan konsep saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat.

Mengurangi risiko: Penerapan manajemen keuangan syariah juga dapat membantu perusahaan skala kecil dan institusi keuangan untuk mengurangi risiko. Prinsip-prinsip syariah mendorong penggunaan instrumen keuangan yang lebih beragam, seperti akad mudharabah dan akad musyarakah, yang dapat membantu perusahaan untuk mengurangi risiko dalam berinvestasi. Menumbuhkan budaya keuangan yang sehat: Terakhir, manajemen keuangan syariah dapat membantu menumbuhkan budaya keuangan yang sehat di perusahaan skala kecil dan institusi keuangan. Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip syariah, perusahaan dapat memastikan bahwa operasi mereka dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, sehingga mendorong budaya keuangan yang sehat dan positif di perusahaan.

Tantangan dan strategi untuk mengatasi kendala dalam implementasi manajemen keuangan syariah

Tantangan dalam implementasi manajemen keuangan syariah dapat bervariasi tergantung pada lingkungan operasional yang berbeda seperti : Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang konsep keuangan syariah di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manajemen keuangan syariah melalui edukasi dan sosialisasi. Kurangnya sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman dalam manajemen keuangan syariah. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk mengembangkan SDM dengan memberikan pelatihan dan pendidikan yang tepat dalam manajemen keuangan syariah. Kurangnya infrastruktur dan sistem yang mendukung implementasi manajemen keuangan syariah. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk membangun infrastruktur dan sistem yang mendukung implementasi manajemen keuangan syariah, termasuk pengembangan perangkat lunak dan teknologi yang sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan syariah.

Perbedaan pendapat di antara para ulama tentang interpretasi prinsip-prinsip keuangan syariah yang mungkin menghambat pengembangan produk keuangan syariah baru. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk membangun konsensus dan kesepakatan di antara para ulama untuk mengembangkan produk keuangan syariah yang lebih inovatif dan efektif. Untuk mengatasi tantangan- tantangan tersebut, beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain: Meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang manajemen keuangan syariah melalui program edukasi dan sosialisasi. Mengembangkan SDM yang terampil dan berpengalaman dalam manajemen keuangan syariah melalui pelatihan dan pendidikan yang tepat. Membangun infrastruktur dan sistem yang mendukung implementasi manajemen keuangan syariah, termasuk pengembangan teknologi dan perangkat lunak yang sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan syariah. Membangun konsensus dan kesepakatan di antara para ulama untuk mengembangkan produk keuangan syariah yang lebih inovatif dan efektif. Meningkatkan kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan lembaga keuangan konvensional untuk meningkatkan pemanfaatan produk keuangan syariah (Bahri, 2019) Serta adanya. Implikasi keuangan inklusi yang merupakan sebuah konsep yang berupaya menghapus setiap hambatan yang menghambat masyarakat dalam mengakses layanan jasa keuangan dapat meningkatan usaha, terhindar dari praktek rentenir, menambah wawasan ilmu keagamaan, serta meningkatkan silaturahim.

DAFTAR PUSTAKA
Bahri, S. (2019). Analisis Implementasi Keuangan Inkluasi Bagi UMKM pada Bank Wakaf Mikro ’Sinar Sukses Bersama. 50.
KNEKS. (2019). Rekomendasi Kebijakan Strategi Pengembangan Keuangan Mikrosyariah Di Indonesia. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Gedung.
Maryani, M., & Abidin, Z. (2021). Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Lumajang). Jurnal Manajemen Bisnis, 18(3), 392–405. https://doi.org/10.38043/jmb.v18i3.3192
Mubayyin, A., & Abdullah, W. (2021). Implementasi Manajemen Keuangan Syariah Sebagai Salah Satu Upaya Untuk Memajukan dan Mengembangkan UMKM di Indonesia. JES (Jurnal Ekonomi Syariah), 6(1), 1. https://doi.org/10.30736/jesa.v6i1.114
Rahman, F., & Usaha, K. (2023). PENGELOLA UMKM UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUNGGULAN PADA MASA PANDEMI COVID-19. 9(1). https://doi.org/10.30739/istiqro.v9i1.1716