Scroll untuk membaca artikel
Politik

Anies Santai Tanggapi Diskusi Capres Koalisi Perubahan Dibatalkan Pemprov Jabar, Ini Alasannya

1581
×

Anies Santai Tanggapi Diskusi Capres Koalisi Perubahan Dibatalkan Pemprov Jabar, Ini Alasannya

Share this article
(Foto : Tangkapan Layar IG Anies Baswedan)

Upaya konsolidasi mencari pendukung terhadap pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dari koalisi perubahan mulai sulit.

 

Ini lantaran acara diskusi yang sedianya akan dihadiri bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung pada Minggu (8/10/2023) terpaksa batal lantaran tidak mendapat restu dari pengelola gedung yakni Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq.

 

Maman mengaku bila kronologi pembatalan acara diskusi tersebut, sebelumnya telah mengantongi izin dari Dinas Pariwisata Jawa Barat. Namun, kegiatan secara mendadak dibatalkan Pemprov Jabar terkait penggunaan lokasi GIM untuk acara tersebut pada Sabtu (7/10/2023) malam.

“Ada salah seorang pegawai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menyampaikan secara lisan kepada panitia bahwa acara diskusi harus dibatalkan,” ungkap Maman dalam keterangannya.

Maman juga mengaku heran dengan pembatalan acara tersebut. Ia memastikan hingga kini pihaknya belum menerima surat tertulis pembatalan acara diskusi bertajuk ‘Demi Ibu Pertiwi; Saatnya Perubahan’ itu.

“Pemberitahuan pembatalan disampaikan tanpa surat tertulis dan hanya disampaikan secara verbal hanya beberapa jam menjelang pelaksanaan acara,” ucap dia.

Menanggapi persoalan ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat memiliki  kronologi yang berbeda versi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar.

 

Secara tegas mengklarifikasi terkait pelarangan GIM untuk acara diskusi relawan Anies Baswedan-Cak Imin.

Benny menceritakan bila dirinya sempat mendapat telepon dari Anggota Komisi II Fraksi PKB Yuningsih pada Jumat atau tiga hari sebelum hari pelaksanaan.

 

Yuningsih, lanjutnya, menanyakan perihal ijin penggunaan GIM untuk acara dialog.

“Ia mengatakan bahwa ‘bisa enggak GIM dipakai?’ ‘Boleh bu, dipakainya untuk apa?’ saya bilang. ‘Untuk dialog, untuk perubahan masa depan Indonesia’ judulnya gitu kurang lebih disebutkan bu Yuningsih,” ujar Benny

“Oh boleh, mangga silahkan, tapi enggak ada kegiatan politik ya bu. Enggak, enggak pak, ini pure diskusi saja di antara mereka pak, katanya gitu,” jelas Benny.

Benny juga membenarkan jika panitia acara melayangkan surat kepada pihaknya untuk penggunaan gedung itu dan tidak ada keterangan jika Anies Baswedan bakal datang ke acara tersebut.

Dirinya beranggapan bila panitia telah melanggar kesepakatan karena memasang baliho Anies Baswedan-Cak Imin dan pihaknya pun memberikan imbauan kepada stafnya agar menurunkan baliho tersebut.

“Surat yang diberikan kepada kami tidak ada keterangan akan mendatangkan Anies Baswedan, makanya kami izinkan dan itu pun diizinkannya secara lisan, tidak tertulis dari kami,” pungkasnya.

 

Sementara itu Capres Koaliasi Perubahan Anies Baswedan menanggapi persoalan tersebut dengan santai. Melalui Instagram Storynya dirinya mengcapture momen photo berita dirinya lesehan bersama pendukungnya saat kegiatan batal digelar di gedung GIM Dinas Pariwisata Jawa Barat dengan Caption “Inilah bedanya kalau kita sudah bikin acara, salam perubahan !” tulisnya. (*)